Kebaikan itu

Mungkin… Kebaikan itu seperti air terjun Dibiarkannya jatuh tanpa beban Dibiarkannya memberi kesegaran penerimannya Dibiarkannya mengisi celah-celah kosong yang merongrong Dibiarkannya mengalir lepas tanpa meminta kembalinya keatas Dibiarkannya berjalan, bekondensasi mengikuti siklus air, Dibiarkannya pergi karna akan datang yang mengisi kembali Kebaikan itu seperti air terjun Tak pernah tau, kebaikan mana yang terbiaskan menjadi 7 warna indah Tak pernah tau, … Continue Reading →

Mungkin ada benarnya

Mungkin ada benarnya… kita membutuhkan orang lain, untuk menilai potensi kita untuk menilai seberapa nampak kegagalan kita untuk menilai bagaimana kita yang sebenarnya, tapi bukankah kita bisa berkaca, dan Tuhan selalu menyediakan beningnya nurani untuk menilai kebenaran dan dosa Mungkin ada benarnya… kita berhenti sejenak, memikirkan jenak-jenak memikirkan pilihan-pilihan yang jelas tak ada yang pernah mutlak menguntungkan kita memikirkan satu … Continue Reading →

Menasehati Diri Dalam Perjamuan Ikhlas

Jangan pernah mencela suatu kegagalan Karena akan mudah membentuk wujud kesombongan Namun jadilah jiwa yang mengenal belajar dari kegagalan Jadikan keberhasilan itu akan mudah ditaklukan olehnya Seperti bingkisan masalah Terimalah dengan tangan terbuka dan Kupaslah isinya dengan jiwa yang terbakar rasa sabar Menuju angkasa kebebasan rajawali Aku melihat seorang ksatria Tulang-tulangnya patah tersungkur dalam kekalahan Aku mendengar dia berteriak menyuarakan … Continue Reading →

Di Balik Bingkai Semu

Sebuah angan yang terbayang Tak tau pasti akan terwujud Kesuraman yang hanya terus melingkupi Tertidur serasa mati Mungkin ada jalan Iya, ada Tetapi …. Sama sekali tidak terlintas dalam pikiran Sama sekali tak mampu melangkah selangkah pun dari ini Merasa …. Merasa hal ini itu saja yang terjadi Hal yang biasa saja Istimewa? Sama sekali tidak Apa yang harus ku … Continue Reading →

temanku, sahabatku yang bernama semangat

temanku, sahabatku yang bernama semangat, dimanakah kini kau berada? aku sering kali kehilangan dirimu . kadang kau ada di sisiku, menemaniku, menghapus duka laraku, tapi tak sering pula kau meninggalkanku, sendirian dan terpuruk, kau enggan mengunjungiku ketika ada tamu yang bernama malas bersamaku kenapa tak kau usir saja sih si malas itu? kau depak sajalah dia, usir secara paksa si … Continue Reading →