Kandungan Bahan Kimia yang Terdapat Dalam Berbagai Jenis Sabun

Gambar bahan kimia. Sumber: deherba.com

Sabun merupakan campuran dari senyawa natrium dengan asam lemak yang digunakan sebagai bahan pembersih tubuh, berbentuk padat, busa, dengan atau tanpa zat tambahan lain serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Sabun dibuat dengan dua cara, yaitu proses saponifikasi dan proses netralisasi minyak. Proses saponifikasi minyak akan diperoleh produk sampingan yaitu gliserol, sedangkan proses netralisasi tidak akan memperoleh gliserol. Proses saponifikasi terjadi karena reaksi antara trigliserida dengan alkali, sedangkan proses netralisasi terjadi karena reaksi asam lemak bebas dengan alkali. Berdasarkan wujudnya sabun dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu sabun padat dan sabun cair. Sabun yang berwujud cair dinilai lebih unggul dibandingkan dengan sabun jenis lainnya, hal ini dikarenakan penggunaannya yang dinilai lebih praktis karena mudah digunakan dan disimpan sehingga tidak mudah rusak dan kotor (Widyasanti dkk., 2017). Sabun dibuat dengan proses saponifikasi, yaitu reaksi dengan minyak yang mengandung trigliserida dan alkali (NaOH). Minyak dengan sifat yang berbeda menyebabkan sabun berbeda satu sama lain, hal ini karena komposisi asam lemak tidak sama. Komposisi kimiawi sabun adalah berupa campuran garam natrium / kalium yang berasal dari asam lemak rantai panjang, yang dibuat melalui reaksi saponifikasi oleh hidrolisis lemak hewani dan alkali. Dimungkinkan juga untuk menggunakan minyak nabati (Arasaretnam dan Venujah, 2019).

Sabun Batang

Gambar sabun batang. Sumber: Hipwee.com

Sabun batang adalah sabun yang sering kita gunakan untuk membersihkan badan saat mandi. Sabun batang terbuat dari lemak netral yang padat dan dikeraskan melalui proses hidrogenasi. Jenis alkali yang digunakan adalah natrium hidroksida dan sukar larut dalam air. Kebanyakan orang mulai meninggalkan sabun batang karena alasan kurang higienis  dan berisiko menjadi tempat perpindahan bakteri,  namun sabun batang dipercaya irit dan memiliki wangi yang lebih tahan lama, yang memiliki kandungan sebagai berikut:

  • Sodium Laureth Sulfate

Sodium Lauryl Sulfate (SLS), juga dikenal sebagai Sodium dodecyl sulfate dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) keduanya adalah surfaktan. Sodium Lauryl Sulfate adalah bahan kimia yang digunakan dalam semua jenis kosmetik dan produk pembersih. Bekerja dengan mengubah cairan menjadi busa. Sodium Laureth Sulfate juga merupakan bahan yang terdapat dalam sabun pembersih bahkan make-up. Perlu sobat ketahui bahwa bahan sabun mandi ini berguna untuk membuat sabun menjadi berbusa.

  • Sodium Palmitate

Sodium palmate adalah garam natrium, yang secara alami berasal dari asam lemak dalam minyak kelapa sawit. Sodium palmate bertindak sebagai surfaktan dan zat pengemulsi dan merupakan bahan utama dalam sabun mandi. Garam dari asam palmitat juga bisa menghasilkan busa serta dapat membersihkan dengan baik, dan bisa menyebabkan kulit kita menjadi kering.

  • Sodium Lauroyl Isethionate

Sodium Lauroyl Methyl Isethionate adalah surfaktan yang larut dalam air, berasal dari kelapa, yang juga bebas sulfat. Sodium Lauroyl Methyl Isethionate memiliki rumus kimia C15H29NaO5S. Sodium lauroyl isethionate diproduksi dengan menggunakan asam lemak dicampur dengan asam isethionic. Asam isionionat diperoleh dari natrium bisulfit dan larutan etilen oksida dalam air.

  • Sodium Olivate

Sodium olivate adalah garam dari asam lemak minyak zaitun, produk alami. Food and Drug Administration AS telah menganggapnya aman untuk digunakan sebagai bahan pada sabun mandi. Karena itu bahan sabun mandi ini termasuk pembersih aman yang diturunkan secara botani atau alami. Sodium Olivate hanyalah nama INCI untuk “Olive Oil Soap”.

  • Sodium Cocoate

Senyawa kimia yang terkandung dalam sabun mandi yang terakhir ialah Sodium Cocoate. Sodium cocoate adalah campuran garam asam lemak ( garam asam ) dari minyak kelapa yang digunakan dalam beberapa sabun, termasuk pada beberapa merk sabun mandi. Sodium cocoate adalah surfaktan yang banyak digunakan untuk membantu membersihkan kulit, dan merupakan bahan yang sangat umum  dalam membuat sabun. Perlu sobat ketahui bahwa natrium cocoate sebenarnya hanya istilah teknis untuk produk sederhana yang terbuat dari minyak kelapa. Orang-orang memproduksinya melalui saponifikasi, yang merupakan proses memecah lemak dengan menggabungkannya dengan alkali – basa kuat – untuk membuat sabun.

Sabun Cuci Muka (Facial Wash)

Gambar facewash. Sumber: iprice.co.id

Sabun cuci muka (Facial Wash) merupakan sabun yang sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari untuk membersihkan muka kita agar tampak bersinar dan cerah. Perlu sobat ketahui bahwa di dalam setetes sabun cuci muka terkandung banyak sekali kandungan bahan kimia yang mungkin belum banyak kita ketahui.Komposisi bahan kimia  yang terdapat pada sabun cuci muka diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Myristic acid 

Myristic acid atau yang disebut juga dengan tetradecanoic acid termasuk salah satu jenis dari asam lemak tersaturasi, biasa digunakan pada produk berbagai sabun, kandungan ini terkadang dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau iritasi atau kerusakan pada mata (bila terkena mata)

  • Glycerin 

Glycerin merupakan suatu zat yang biasanya digunakan sebagai pelarut, pelembab, dan keperluan farmasi. Zat ini umumnya aman namun juga dapat menimbulkan beberapa keadaan seperti iritasi kulit, diare bila tertelan, iritasi mata bila terkena. 

  • Water

Water atau dalam bahasa Indonesia adalah air, merupakan suatu zat yang biasanya digunakan sebagai pelarut. Air ini merupakan kandungan yang tidak berbahaya.

  • Propylene Glycol

Propylene glycol adalah suatu zat organik, yang tidak berbau dan tidak bewarna yang biasanya digunakan sebagai pelarut berbagai macam komponen zat. Komponen ini secara umum dapat dianggap aman namun juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Potassium Hydroxide

Potassium Hydroxide merupakan suatu larutan yang bewarna jernih, dan biasanya digunakan pada pembentukan suatu zat kimia, pemurnian bahan bakar, dan sebagai produk pembersih termasuk sabun. Dalam konsentrasi yang tinggi senyawa ini dapat menimbulkan beberapa dampak yang cukup berbahaya, namun pada produk sabun umumnya dampak yang dapat ditimbulkan berupa iritasi kulit dan iritasi pada mata.

  • Stearic Acid

Stearic acid suatu senyawa yang termasuk dalam asam lemak tersaturasi dengan rantai panjang, asam lemak ini dapat ditemukan pada berbagai jenis hewan dan tanaman, dan merupakan komponen utama pada mentega. Senyawa ini digunakan sebagai produk bahan bangunan, produk laundry, dan produk perawatan pribadi. Paparan terhadap senyawa ini juga dapt menimbulkan iritasi kulit dan mata.

  • Glycol Distearate

Glycol Distearate merupakan senyawa yang termasuk dalam keluarga asam lemak yang digunakan sebagai produk penyedap makanan, produk pembersih, produk perawatan, atau bahkan sebagai bahan pelumas. Umumnya penggunaan senyawa ini dianggap aman (dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata)

  • Lauric Acid 

Lauric acid merupakan senyawa yang juga termasuk ke dalam asam lemak yang biasanya digunakan pada produk sabun dan sampo. Senyawa ini memiliki tingkat toksik yang sangat rendah, umumnya gejala yang dapat ditimbulkan berupa iritasi pada kulit dan mata.

  • Decyl Glucoside

Decyl glucoside senyawa yang biasanya digunakan pada produk pembersih, produk pertanian, produk cat, dan produk tekstil. Produk ini biasanya juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Glyceryl Stearate

Glyceryl stearate merupakan senyawa yang digunakan dalam produk perawatan, dan pelumas. Penggunaan senyawa ini umumnya dianggap aman (dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata).

  • Perfume

Perfume atau pengharum, memiliki jenis yang komponen kimia yang berbeda-beda namun beberapa dapat menimbulkan iritasi kulit, mata, atau menimbulkan dampak berbahaya apabila tertelan.

  • DMDM Hydantoin

DMDM Hydantoin senyawa yang biasanya digunakan pada produk pembersih. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit, iritasi yang serius pada mata, dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan bila terhirup.

  • Polyquaternium-7

Polyquaternium-7 merupakan senyawa yang biasanya digunakan pada produk sampo, hair conditioner, sabun, gel, dan deodoran. Produk ini umumnya dianggap aman, namun pernah disebutkan bahwa dapat terjadi iritasi pada kulit akibat penggunaan senyawa ini.

  • Disodium EDTA

Disodium EDTA merupakan senyawa yang umumya digunakan pada produk pembersih, perawatan, dan laundry. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernafasan.

  • Butylene Glycol

Butylene Glycol merupakan senyawa yang biasanya digunakan sebagai pelarut dan produk perawatan tubuh. Senyawa ini juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Niacinamide

Niacinamide atau vitamin B3 dapat digunakan berbagai macam produk seperti suplemen, makanan, atau produk farmasi dan perawatan. Senyawa ini juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Iodopropynyl Butylcarbamate

Iodopropynyl Butylcarbamate merupakan senyawa yang biasanya digunakan dalam cat, produk perawatan dan kosmetik. Senyawa ini dapat menimbulkan reaksi yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Sodium Benzoate

Sodium Benzoate merupakan senyawa yang biasanya digunakan dalam pengawet makanan namun juga dapat digunakan pada produk perawatan, cat, plastik, dan pembersih. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada mata yang serius.

Secara umum produk sabun dapat menimbulkan dampak seperti iritasi pada kulit dan mata, berbahaya bila terhirup dan tertelan. Namun produk sabun yang telah secara resmi terdaftar pada BPOM umumnya telah melalui tes uji produk, sehingga produk-produk ini sudah dapat dianggap aman untuk digunakan oleh masyarakat luas.

  • Myristic acid 

Myristic acid atau yang disebut juga dengan tetradecanoic acid termasuk salah satu jenis dari asam lemak tersaturasi, biasa digunakan pada produk berbagai sabun, kandungan ini terkadang dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau iritasi atau kerusakan pada mata (bila terkena mata).

  • Glycerin 

Glycerin merupakan suatu zat yang biasanya digunakan sebagai pelarut, pelembab, dan keperluan farmasi. Zat ini umumnya aman namun juga dapat menimbulkan beberapa keadaan seperti iritasi kulit, diare bila tertelan, iritasi mata bila terkena. 

  • Water

Water atau dalam bahasa Indonesia adalah air, merupakan suatu zat yang biasanya digunakan sebagai pelarut. Air ini merupakan kandungan yang tidak berbahaya.

  • Propylene Glycol

Propylene glycol adalah suatu zat organik, yang tidak berbau dan tidak bewarna yang biasanya digunakan sebagai pelarut berbagai macam komponen zat. Komponen ini secara umum dapat dianggap aman namun juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Potassium Hydroxide

Potassium Hydroxide merupakan suatu larutan yang bewarna jernih, dan biasanya digunakan pada pembentukan suatu zat kimia, pemurnian bahan bakar, dan sebagai produk pembersih termasuk sabun. Dalam konsentrasi yang tinggi senyawa ini dapat menimbulkan beberapa dampak yang cukup berbahaya, namun pada produk sabun umumnya dampak yang dapat ditimbulkan berupa iritasi kulit dan iritasi pada mata.

  • Stearic Acid

Stearic acid suatu senyawa yang termasuk dalam asam lemak tersaturasi dengan rantai panjang, asam lemak ini dapat ditemukan pada berbagai jenis hewan dan tanaman, dan merupakan komponen utama pada mentega. Senyawa ini digunakan sebagai produk bahan bangunan, produk laundry, dan produk perawatan pribadi. Paparan terhadap senyawa ini juga dapt menimbulkan iritasi kulit dan mata.

  • Glycol Distearate

Glycol Distearate merupakan senyawa yang termasuk dalam keluarga asam lemak yang digunakan sebagai produk penyedap makanan, produk pembersih, produk perawatan, atau bahkan sebagai bahan pelumas. Umumnya penggunaan senyawa ini dianggap aman (dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata)

  • Lauric Acid 

Lauric acid merupakan senyawa yang juga termasuk ke dalam asam lemak yang biasanya digunakan pada produk sabun dan sampo. Senyawa ini memiliki tingkat toksik yang sangat rendah, umumnya gejala yang dapat ditimbulkan berupa iritasi pada kulit dan mata.

  • Decyl Glucoside

Decyl glucoside senyawa yang biasanya digunakan pada produk pembersih, produk pertanian, produk cat, dan produk tekstil. Produk ini biasanya juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Glyceryl Stearate

Glyceryl stearate merupakan senyawa yang digunakan dalam produk perawatan, dan pelumas. Penggunaan senyawa ini umumnya dianggap aman (dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata).

  • Perfume

Perfume atau pengharum, memiliki jenis yang komponen kimia yang berbeda-beda namun beberapa dapat menimbulkan iritasi kulit, mata, atau menimbulkan dampak berbahaya apabila tertelan.

  • DMDM Hydantoin

DMDM Hydantoin senyawa yang biasanya digunakan pada produk pembersih. Senyawa ini dapt menimbulka iritasi pada kulit, iritasi yang serius pada mata, dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan bila terhirup.

  • Polyquaternium-7

Polyquaternium-7 merupakan senyawa yang biasanya digunakan pada produk sampo, hair conditioner, sabun, gel, dan deodoran. Produk ini umumnya dianggap aman, namun pernah disebutkan bahwa dapat terjadi iritasi pada kulit akibat penggunaan senyawa ini.

  • Disodium EDTA

Disodium EDTA merupakan senyawa yang umumya digunakan pada produk pembersih, perawatan, dan laundry. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernafasan.

  • Butylene Glycol

Butylene Glycol merupakan senyawa yang biasanya digunakan sebagai pelarut dan produk perawatan tubuh. Senyawa ini juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Niacinamide

Niacinamide atau vitamin B3 dapat digunakan berbagai macam produk seperti suplemen, makanan, atau produk farmasi dan perawatan. Senyawa ini juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Iodopropynyl Butylcarbamate

Iodopropynyl Butylcarbamate merupakan senyawa yang biasanya digunakan dalam cat, produk perawatan dan kosmetik. Senyawa ini dapat menimbulkan reaksi yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Sodium Benzoate

Sodium Benzoate merupakan senyawa yang biasanya digunakan dalam pengawet makanan namun juga dapat digunakan pada produk perawatan, cat, plastik, dan pembersih. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada mata yang serius.

Sabun Cuci Baju (Deterjen)

Gambar detergen. Sumber: adev.co.id

Mencuci baju merupakan salah satu kegiatan rutin bagi banyak orang. Hal ini dilakukan demi mendapatkan baju bersih dan wangi. Untuk mencuci baju dan menghilangkan noda membandel tidak hanya dibutuhkan air saja tetapi juga diperlukan sabun cuci baju atau deterjen yang ampuh untuk menghilangkan noda, di dalam detergen terdapat banyak bahan kimia yang dikandungnya. komposisi kimia pada deterjen adalah sebagai berikut:

  • Surfaktan

surfaktan adalah salah satu bahan deterjen yang bertugas menghilangkan noda. surfaktan ini dibagi menjadi tiga jenis, yakni kationik (bermuatan ion positif, tidak bereaksi dalam air sadah), anionik (ion negatif, bereaksi dengan air sadah, mengandung magnesium serta kalsium), dan nonionik (membersihkan noda minyak

  • builder

salah satu substansi yang berperan dalam meningkatkan kualitas pencucian detergen dan mencegah larutan menjadi terlalu basa

  • Natrium silikat

substansi yang bertugas menjadi bahan anti korosi sehingga deterjen tidak merusak mesin cuci dan membuat mesin cuci berkarat

  • natrium sulfat

salah satu substansi yang ditambahkan pada deterjen bubuk agar bubuk detergen tersebut tidak menggumpal

  • enzim

enzim digunakan sebagai salah satu substansi yang bertugas memecahkan senyawa kotoran kompleks yang sulit dibersihkan, seperti noda darah

  • optical brightener

salah satu substansi kimia pada deterjen yang mengubah cahaya UV sehingga menjadi sinar tampak, yang memberikan kesan pakaian menjadi lebih cerah.

  • fragrance

fragrance pada deterjen digunakan untuk menghasilkan bau wangi dan mengusir bau tak sedap pada pakaian kotor.

menarik sekali kan pembahasan kita kali ini, sampai jumpa di alfo selanjutnya.

Referensi:

Jurnal:

  1. Arasaretnam, S., & Venujah, K. 2019. Preparation of soaps by using different oil and analyze their properties. Nat Prod Chem Res, 7(357): 1-4.
  2. Widyasanti, A., Junita, S., dan Nurjanah, S. 2017. Pengaruh Konsentrasi Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) dan Minyak Jarak (Castor Oil) terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Sabun Mandi Cair. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 9(1): 10-16.

Website:

  1. Bahan Kimia Korosif Yang Dilarang Kementerian Kesehatan (deherba.com)
  2. Melancarkan Kunci yang Macet Sampai Pengharum Ruangan, ini 9+ Kegunaan Lain Sabun Batang (hipwee.com)
  3. 8 Face Wash Terbaik, Ampuh dan Aman untuk Kulit Berjerawat (iprice.co.id)
  4. Pengertian Sabun: Definisi Jenis Bentuk Karakteristik Bahan Sabun (adev.co.id)
  5. Inilah Komposisi Senyawa Kimia di Dalam Sabun Deterjen yang Bagus | Sharing di Sana
  6. https://www.kompasiana.com/toniantonio5979/5f0a50a6097f3671765aa212/5-bahan-kandungan-kimia-pada-sabun-mandi?page=all
  7. https://www.alodokter.com/komunitas/topic/bahan-kimia-dalam-produk-perawatan-wajah

Dibuat oleh:

  1. Auliya Maharani Lazuardi (Kimia, 2020)
  2. Nova Septi Widyaning Putri (Kimia, 2020)

Kebocoran Reaktor Nuklir PLTN Taishan, Provinsi Guangdong, China

Gambar 1. PLTN Taishan, Provinsi Guangdong, China. Sumber: rctiplus.com

Nuklir merupakan salah satu teknologi yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif namun nuklir bisa menimbulkan masalah yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Radiasi merupakan bahaya terbesar yang dapat ditimbulkan oleh nuklir. Banyak negara dan manusia yang enggan untuk memanfaatkannya karena takut jika suatu saat energi nuklir yang digunakan bermasalah dan menimbulkan ancaman bencana besar seperti yang pernah terjadi di Chernobyl dan Fhukushima, Jepang. Energi Nuklir dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang diantaranya bidang energi, industri, kedokteran, hidrologi, pertanian, biologi, pertambangan, farmasi, arkeologi, penelitian dan lingkungan. Nuklir adalah sebuah atom yang tidak memiliki inti.

Gambar 2. Reaktor Buklir PLTN Taishan, Provinsi Guangdong, China. Sumber: iNews.id

Reaktor nuklir adalah tempat (instalasi) berlangsungnya reaksi nuklir secara terkendali. Komponen reaktor nuklir terdiri dari bahan bakar (uranium), alat pengendali, air pendingin dan tangki. Selama berlangsungnya reaksi nuklir, reaktor dapat melepaskan radiasi. Untuk mencegah agar radiasi tidak membahayakan manusia dan lingkungan, maka reaktor nuklir ditempatkan di dalam suatu bangunan yang kokoh, aman dan memiliki sistem perlindungan yang berlapis-lapis.

Kita tahu bahwa reaksi fisi yang terjadi di reaktor nuklir menghasilkan energi panas yang besar. Energi panas ini kemudian digunakan untuk memanaskan air sampai mendidih sehingga berubah menjadi uap. Uap yang terbentuk kemudian digunakan untuk memutar turbin dan generator sehingga menghasilkan listrik. Akhirnya listrik yang diproduksi dikirim ke pelanggan melalui jaringan listrik. Pembangkit listrik yang memanfaatkan energi nuklir disebut Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Untuk memperoleh uap pada pembangkit listrik tenaga nuklir pada prinsipnya sama seperti pada proses memasak air. Dalam pembangkit listrik tenaga nuklir, uap digunakan untuk memutar turbin dan generator, sehingga menghasilkan listrik. Dalam memasak air kita menggunakan energi panas dari kayu, minyak atau gas. Sedangkan dalam PLTN energi panas diperoleh dari Uranium-235 yang merupakan isotop dari uranium-238. Ada dua macam reaksi pada nuklir yaitu reaksi fisi (pembelahan inti) dan reaksi fusi (penggabungan inti). Pada reaksi fisi, inti atom akan pecah menjadi inti-inti yang lebih kecil. Secara eksperimen hal ini dapat dijelaskan melalui penembakan unsur U235 dengan partikel neutron termik (partikel neutron yang bergerak sangat lambat). Saat partikel neutron ini menembus inti Uranium maka inti tersebut akan tereksitasi dan menjadi tidak stabil dan akan kehilangan bentuk asalnya. Inti akan membelah menjadi unsur-unsur yang lebih kecil dengan Melepaskan energi dalam bentuk panas, sekaligus melepas 2-3 neutron. Saat inti mengalami perubahan bentuk, inti memancarkan radiasi-radiasi alfa, beta, dan gamma.

Energi nuklir adalah salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan dalam pembangunan tenaga listrik. Selain untuk membangkitkan listrik, nuklir dapat kita manfaatkan untuk banyak hal. Nuklir dapat digunakan untuk membantu kita menemukan tanaman yang tahan hama, menemukan makanan tambahan untuk ternak, menemukan dan menyembuhkan penyakit, mencari sumber air bawah tanah, menemu kan kerusakan dalam bangunan dan lain-lain. Meskipun memiliki banyak kegunaan, energi nuklir juga memiliki risiko yang besar salah satunya adalah dapat menimbulkan radiasi yang berbahaya.

Perlu sobat ketahui bahwa pada saat ini  sedang terjadi sebuah masalah pada pembangkit listrik tenaga nuklir milik China dimana dalam masalah ini pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan seminggu terakhir untuk melakukan penilaian terhadap laporan kebocoran pembangkit listrik tenaga nuklir di China, setelah perusahaan Perancis yang memiliki dan membantu mengoperasikannya memperingatkan adanya “ancaman radiologi yang akan segera terjadi”. peringatan ini termasuk adanya tuduhan bahwa otoritas keselamatan China menaikkan batas yang dapat diterima untuk deteksi radiasi di luar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Taishan di provinsi Guangdong untuk menghindari ditutupnya tempat tersebut, merujuk pada surat yang diberikan perusahaan Perancis untuk departemen energi Amerika Serikat.

EDF, pemilik utama Framatome, menyatakan bahwa reaktor nomor satu pada pembangkit listrik tenaga nuklir mengalami penumpukan gas mulia pada sirkuit primernya yang merupakan bagian dari sistem pendingin. seorang juru bicara EDF menyatakan bahwa masalah tersebut sedang dalam penanganan.

Gas mulia merupakan unsur yang memiliki reaktivitas rendah, yang dalam kasus ini adalah xenon dan kripton disebutkan oleh juru bicara bahwa kebocoran gas dapat terjadi setelah beberapa lapisan pada beberapa batang bahan bakar memburuk. Gas-gas yang dikumpulkan dan diolah sebagai bagian dari proses untuk memindahkan radioaktif sebelum dilepaskan yang tergolong normal dan sesuai dengan regulasi.

Framatome menegaskan bahwa pembangkit nuklir beroperasi dalam parameter keamanan meski mengalami masalah kinerja dan EDF dilaporkan menggelar rapat luar biasa untuk membahas masalah nuklir dengan jajaran direkturnya.

China telah memperluas penggunaan energi nuklir dalam beberapa tahun terakhir dan mewakili sekitar 5% dari semua daya yang dihasilkan China sendiri. menurut Asosiasi Energi Nuklir China, terdapat 16 pembangkit nuklir operasional dengan 49 reaktor nuklir pada Maret 2021 dengan total kapasitas pembangkit 51.000 megawatt.

Pembangkit listrik Taishan adalah proyek bergengsi yang dibangun setelah China menandatangani perjanjian pembangkit listrik tenaga nuklir dua pembangkit dengan Electricite de France, yang sebagian besar merupakan kepemilikan Perancis. Kementerian Ekologi dan Lingkungan China, yang mengawasi pengawas keselamatan nuklir negara itu, mengatakan pada hari Rabu bahwa tuduhan itu “keliru”. National Nuclear Safety Administration (NNSA) menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau spesifikasi untuk gas mulia yang digunakan dalam pendingin reaktor di Taishan, tetapi ini “tidak ada hubungannya dengan deteksi radiasi di luar pabrik nuklir.”

Jadi perlu kita ketahui bersama bahwa meskipun memiliki banyak kegunaan, ternyata energi nuklir juga memiliki resiko yang besar salah satunya adalah dapat menimbulkan radiasi berbahaya yang dapat disebabkan karena adanya kebocoran reactor nuklir seperti yang  sedang terjadi saat ini di PLTN Taishan China. Bagaimana penjelasan kami mengenai seputar energi nuklir dan kebocoran reactor nuklir yang terjadi di PLTN Taishan China di atas? Menarik, bukan? Demikian deskripsi dari kami, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Referensi

Buku dan Jurnal:

  1. Subagyo, Y., Irawan, D, dan Santoso, J. 2008. Listrik Dari Energi Nuklir. Kementrian Negara Riset dan Teknologi. Jakarta.
  2. Nurdin, R., dan Nurhayati, N. 2020. Pemahaman Ulama Aceh Mengenai Energi Nuklir. Jurnal Phi; Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan, 2(1): 37-41.

Website:

  1. Pembangkit Nuklir China Diisukan Alami Kebocoran, Benarkah? (detik.com)
  2. Diam-diam, AS Usut Kebocoran Pembangkit Listrik Nuklir China (cnbcindonesia.com)
  3. China says no leak at nuclear plant, no change to detection standards | Reuters
  4. China nuclear plant: US assessing reported leak at facility in Taishan, Guangdong – CNNPolitics

Dibuat oleh:

  1. Auliya Maharani Lazuardi (Kimia 2020)
  2. Nova Septi Widyaning Putri (Kimia 2020)

Varian Baru Virus Corona

Gambar Virus Corona. Sumber: Kronologi.id

Corona virus adalah salah satu virus yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan karena mutasi dan penyebarannya yang cepat dan masif. corona virus pertama kali muncul di kota Wuhan, China pada akhir 2019 dan mulai terjadi penyebaran masif di seluruh dunia pada tahun 2020. Corona Virus Disease 2019(COVID-19) adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa corona virus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Serve Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan corona virus yang terbaru adalah yang menyebabkan COVID-19. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh corona virus yang baru ditemukan.

Virus corona merupakan jenis virus RNA dengan materi generik berantai tunggal karena strukturnya, virus RNA ini diketahui lebih mudah mengalami mutasi. sejauh ini terdapat beberapa varian virus corona, yakni alpha, beta, gamma, dan delta. frekuensi mutasi virus corona diketahui cukup stabil. Akhir-akhir ini peneliti menemukan varian mutasi baru virus corona yakni D614G yang memiliki jumlah virus banyak dalam tubuhnya. keparahan infeksi virus corona dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya faktor usia dan faktor penyakit bawaan.

Virus Corona varian Delta. Sumber: beritadiy.pikiran-rakyat.com

Melansir dari data kementerian kesehatan, hingga tanggal 13 juni 2021 terdapat 107 infeksi varian delta di Indonesia dimana infeksi ini lebih banyak dari varian alpha yang memiliki infeksi sebanyak 36 dan varian beta yang memiliki infeksi sebanyak 5 kasus. hal ini membuat varian delta dianggap sebagai VOC atau variant of concern. penyebaran varian delta yang masif di Indonesia ini disebabkan adanya interaksi sosial yang tinggi, pelanggaran protokol kesehatan, dan penyebaran varian delta yang sangat cepat. Perlu sobat ketahui bahwa terdapat beberapa fakta mengenai virus corona varian delta, yakni:

  • Penyebaran dan penularan tiga kali lebih cepat

kandidat PhD bidang kedokteran Kobe University, dr. Adam Prabata menyebutkan bahwa varian delta atau B.1.617.2 memiliki mutasi dan meningkatkan tingkat penularan. menurut laporan Public Health England (PHE), penularan yang diakibatkan corona virus varian delta tiga kali lebih menular.

  • Risiko rawat inap

coronavirus varian delta menyebabkan peningkatan risiko rawat inap 2.61 kali lebih tinggi dibandingkan varian yang pertama kali muncul. varian delta yang berasal dari India ini perlu diwaspadai karena risiko rawat inap yang, peningkatan risiko sakit berat yang membutuhkan alat bantu napas atau ventilator meningkat sebanyak 1.67 kali sehingga menyebabkan adanya kelangkaan tabung oksigen yang juga menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi.

  • Varian delta bisa terdeteksi oleh PCR

menurut dr. Adan, varian delta ini masih bisa terdeteksi dengan pemeriksaan PCR

  • Memiliki gejala berbeda

dr. Adam mengatakan bahwa, hingga saat ini masih belum ada penelitian atau laporan yang terpublikasi terkait varian delta coronavirus yang memiliki gejala berbeda. bukti saat ini bahwa gejala yang ditemukan pada varian delta coronavirus seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek.

  • Berisiko infeksi

dr. Adam menyatakan dalam paparannya bahwa coronavirus varian delta terbukti menurunkan kemampuan penetralisir antibodi, yang artinya bahwa orang yang sebelumnya telah terinfeksi varian delta dapat terinfeksi kembali.

  • Berpotensi menurunkan efektivitas vaksin

varian delta yang terbukti menurunkan kemampuan penetralisir antibodi dan penetralisir beberapa vaksin Covid-19. menurut WHO (World Health Organization) pencegahan varian baru ini dapat dilakukan dengan adanya injeksi vaksin sebanyak 2 kali dan akan terjaga efektivitasnya. vaksin melatih sistem kekebalan tubuh untuk menyerang beberapa bagian virus yang berbeda. namun, para pakar kesehatan merasa khawatir apabila virus terus bermutasi. Prof David Robertson dari Universitas Glasgoe menyimpulkan bahwa, virus mungkin dapat menghasilkan mutan yang lolos dari vaksin.

Hingga 29 Juni, WHO menyebutkan, sebanyak 96 negara telah melaporkan kasus varian Delta. Dan, sejumlah negara menghubungkan lonjakan infeksi dan rawat inap dengan varian yang sangat menular ini. Sementara kasus varian Alpha, menurut WHO, telah dilaporkan di 172 negara atau wilayah, bertambah 2 negara dalam seminggu terakhir. Kasus varian Beta terdeteksi di 120 negara, tambah satu negara. Lalu, kasus varian Gamma ada di 72 negara, bertambah satu negara.  Berikut ini penamaan baru untuk 10 varian baru virus corona:

  • 1. Varian virus corona Inggris B.1.1.7 disebut Alpha

Varian B.1.1.7 merupakan varian virus corona yang pertama kali muncul di Inggris pada Desember 2020. Studi awal mengenai varian baru virus corona tersebut menunjukkan potensi peningkatan penularan dan rawat inap.

  • 2. Varian virus corona Afrika Selatan B.1.351 disebut Beta

Virus corona varian B.1.351 pertama kali ditemukan di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan pada Oktober 2020. Dikutip dari Kompas.com (3/5/2021) varian virus corona B.1351 bisa mempengaruhi netralisasi beberapa antibody, akan tetapi belum terdeteksi apakah jenis tersebut mampu meningkatkan risiko keparahan penyakit. Varian virus corona Beta ini juga memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat dan berpotensi mengakibatkan kematian yang tinggi.

  • 3. Varian virus corona Brasil P.1 disebut Gamma

Varian P.1 merupakan varian virus corona yang ditemukan di Brasil. Varian virus corona Gama ini juga sama dengan varian B.1.352 ditemukan lolos dari netralisasi saat diinkubasi dengan antibody yang dihasilkan sebagai respon terhadap gelombang pertama pandemi.

  • 4. Varian India B.1.617.2 disebut Delta

Virus corona varian B.1.617 merupakan varian baru dari mutasi ganda E484Q dan L452R. E484Q mirip dengan E484K, yang merupakan mutasi yang terlihat pada varian Afrika Selatan B.13.53 dan pada varian Brasil, P1. Adapun L452R juga terdeteksi dalam varian virus California, B.1.429. Varian virus corona Delta ini diangggap lebih menular dan bisa menyebar lebih cepat. Varian virus corona Delta juga sudah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesi antara lain Jakarta.

  • 5. Varian Amerika Serikat B.1.427/B.1.429 disebut Epsilon

Varian virus corona baru ini merupakan varian Callifornia. Melansir dari CNBC, varian virus corona Epsilon ini diperkirakan menyumbang 52 persen kasus Covid di California, 41 persen di Nevada, dan 25 persen di Arizona. CDC juga telah mengklasifikasikan varian virus corona Epsilon ini sebagai varian kekhawatiran yang berarti ada bukti bahwa varian ini mengarah pada peningkatan penularan dan penyakit yang lebih parah.

  • 6. Varian virus corona Brasil P.2 disebut Zeta

Varian P2 adalah varian virus corona lain selain varian P1 yang terdeteksi lebih dulu di Brazil. Varian virus corona Zeta ini juga telah terdeteksi lebih dahulu di Inggris dan dilaporkan menyebar di Rio de Janeiro. Varian virus corona Zeta ini meskipun mengandung E484K namun diangggap tak cukup untuk menetapkannya masuk sebagai Varian kekhawatiran. Melansir dari Belfasttelegraph Varian virus corona Zeta tidak mengandung mutasi penting lain sebagaimana yang dibawa varian P1.

  • 7. Varian B.1.525 disebut Eta

Virus corona variaan B.1525 adalah varian yang baru-baru ini diidentifikasi di Inggris. Para ilmuwan mengawasi varian virus corona Eta ini karena memiliki beberapa mutasi pada gen protein lonjakan. Mutasi tersebut atermasuk adanya E484 K.

  • 8. Varian Filipina P.3 disebut Theta

Varian virus corona asal Filipina ini dideteksi di Filipina pada 13 Maret 2021 dan ditemukan pada sampel lokal Filipina. Mengutip dari Rappler, meskipun belum cukup bukti varian virus corona Theta tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat namun tetap ada kemungkinan virus lebih menular dibandingkan versi asli SARS-CoV-2.

  • 9. Varian Amerika Serikat B.1.526 disebut Iota

Virus corona varian B.1526 mulai ditemukan pada sampel yang dikumpulkan di New York pada Bulan November 2021. Belum diketahui apakah varian virus corona Iota lebih menular dibandingkan virus aslinya. Virus virus corona Iota juga belum tersebar luas, namun tampaknya menyebar cukup efisien melalui wilayah metropolitan New York dan sekitarnya.

  • 10. Varian India B.1.617.1 disebut Kappa Varian

virus corona Kappa merupakan varian baru yang terdiri dari mutasi ganda. Di India, yang melaporkan lebih dari 2,7 juta kasus infeksi, sub-garis keturunan B1617,1 dan B1617,2 ditemukan masing-masing pada 21 persen dan 7 persen dari semua sampel. B1617.1 dan B1617.2 terbukti resisten terhadap antibodi Bamlanivimab yang digunakan untuk pengobatan COVID-19, serta “berkurangnya kerentanan terhadap antibodi netralisasi” untuk B1617.1.

Pandemi covid-19 memang belum berakhir, namun ada baiknya kita untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi buah dan sayuran juga makanan 4 sehat 5 sempurna, melakukan exercise di rumah, menjaga jarak, selalu menerapkan protokol kesehatan, tidak keluar rumah apabila tidak penting. Selain itu, pencegahan lain adalah meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan makanan sehat, meperbanyak cuci tangan, menggunakan masker jika keluar rumah, melakukan olah raga, istirahat cukup serta makan makanan yang dimasak hingga matang dan bila sakit segera berobat ke RS rujukan untuk dievaluasi dan tidak lupa melakuakn vaksin. Bagaimana penjelasan tentang varian baru virus corona dan fakta yang terkandung di dalamnya? Menarik, bukan? Demikian deskripsi dari kami, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Referensi:

Jurnal:

  1. Handayani, D., Hadi, D. R., Isbaniah, F., Burhan, E., dan Agustin, H. 2020. Corona virus disease 2019. Jurnal Respirologi Indonesia, 40(2): 119-129.
  2. Syukur, M. H., Kurniadi, B., dan Haris, R. F. N. 2020. Penanganan Pelayanan Kesehatan Di Masa Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Hukum Kesehatan. Journal Inicio Legis, 1(1): 1-17.

Website:

  1. https://www.cnbcindonesia.co/news/20210619134426-4-254384/fakta-seputar-varian-baru-corona-delta-si-covid-ganas
  2. Ini 6 Fakta Mutasi Virus Corona Terbaru dari Inggris (halodoc.com)
  3. https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-10-varian-baru-virus-corona-hasil-mutasi-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya?page=all
  4. https://newssetup.kontan.co.id/news/11-varian-baru-virus-corona-dalam-daftar-who-terbaru-lambda

Dibuat oleh:

  1. Auliya Maharani Lazuardi (Kimia 2020)
  2. Nova Septi Widyaning Putri (Kimia 2020)