Kebocoran Reaktor Nuklir PLTN Taishan, Provinsi Guangdong, China

Gambar 1. PLTN Taishan, Provinsi Guangdong, China. Sumber: rctiplus.com

Nuklir merupakan salah satu teknologi yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif namun nuklir bisa menimbulkan masalah yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Radiasi merupakan bahaya terbesar yang dapat ditimbulkan oleh nuklir. Banyak negara dan manusia yang enggan untuk memanfaatkannya karena takut jika suatu saat energi nuklir yang digunakan bermasalah dan menimbulkan ancaman bencana besar seperti yang pernah terjadi di Chernobyl dan Fhukushima, Jepang. Energi Nuklir dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang diantaranya bidang energi, industri, kedokteran, hidrologi, pertanian, biologi, pertambangan, farmasi, arkeologi, penelitian dan lingkungan. Nuklir adalah sebuah atom yang tidak memiliki inti.

Gambar 2. Reaktor Buklir PLTN Taishan, Provinsi Guangdong, China. Sumber: iNews.id

Reaktor nuklir adalah tempat (instalasi) berlangsungnya reaksi nuklir secara terkendali. Komponen reaktor nuklir terdiri dari bahan bakar (uranium), alat pengendali, air pendingin dan tangki. Selama berlangsungnya reaksi nuklir, reaktor dapat melepaskan radiasi. Untuk mencegah agar radiasi tidak membahayakan manusia dan lingkungan, maka reaktor nuklir ditempatkan di dalam suatu bangunan yang kokoh, aman dan memiliki sistem perlindungan yang berlapis-lapis.

Kita tahu bahwa reaksi fisi yang terjadi di reaktor nuklir menghasilkan energi panas yang besar. Energi panas ini kemudian digunakan untuk memanaskan air sampai mendidih sehingga berubah menjadi uap. Uap yang terbentuk kemudian digunakan untuk memutar turbin dan generator sehingga menghasilkan listrik. Akhirnya listrik yang diproduksi dikirim ke pelanggan melalui jaringan listrik. Pembangkit listrik yang memanfaatkan energi nuklir disebut Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Untuk memperoleh uap pada pembangkit listrik tenaga nuklir pada prinsipnya sama seperti pada proses memasak air. Dalam pembangkit listrik tenaga nuklir, uap digunakan untuk memutar turbin dan generator, sehingga menghasilkan listrik. Dalam memasak air kita menggunakan energi panas dari kayu, minyak atau gas. Sedangkan dalam PLTN energi panas diperoleh dari Uranium-235 yang merupakan isotop dari uranium-238. Ada dua macam reaksi pada nuklir yaitu reaksi fisi (pembelahan inti) dan reaksi fusi (penggabungan inti). Pada reaksi fisi, inti atom akan pecah menjadi inti-inti yang lebih kecil. Secara eksperimen hal ini dapat dijelaskan melalui penembakan unsur U235 dengan partikel neutron termik (partikel neutron yang bergerak sangat lambat). Saat partikel neutron ini menembus inti Uranium maka inti tersebut akan tereksitasi dan menjadi tidak stabil dan akan kehilangan bentuk asalnya. Inti akan membelah menjadi unsur-unsur yang lebih kecil dengan Melepaskan energi dalam bentuk panas, sekaligus melepas 2-3 neutron. Saat inti mengalami perubahan bentuk, inti memancarkan radiasi-radiasi alfa, beta, dan gamma.

Energi nuklir adalah salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan dalam pembangunan tenaga listrik. Selain untuk membangkitkan listrik, nuklir dapat kita manfaatkan untuk banyak hal. Nuklir dapat digunakan untuk membantu kita menemukan tanaman yang tahan hama, menemukan makanan tambahan untuk ternak, menemukan dan menyembuhkan penyakit, mencari sumber air bawah tanah, menemu kan kerusakan dalam bangunan dan lain-lain. Meskipun memiliki banyak kegunaan, energi nuklir juga memiliki risiko yang besar salah satunya adalah dapat menimbulkan radiasi yang berbahaya.

Perlu sobat ketahui bahwa pada saat ini  sedang terjadi sebuah masalah pada pembangkit listrik tenaga nuklir milik China dimana dalam masalah ini pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan seminggu terakhir untuk melakukan penilaian terhadap laporan kebocoran pembangkit listrik tenaga nuklir di China, setelah perusahaan Perancis yang memiliki dan membantu mengoperasikannya memperingatkan adanya “ancaman radiologi yang akan segera terjadi”. peringatan ini termasuk adanya tuduhan bahwa otoritas keselamatan China menaikkan batas yang dapat diterima untuk deteksi radiasi di luar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Taishan di provinsi Guangdong untuk menghindari ditutupnya tempat tersebut, merujuk pada surat yang diberikan perusahaan Perancis untuk departemen energi Amerika Serikat.

EDF, pemilik utama Framatome, menyatakan bahwa reaktor nomor satu pada pembangkit listrik tenaga nuklir mengalami penumpukan gas mulia pada sirkuit primernya yang merupakan bagian dari sistem pendingin. seorang juru bicara EDF menyatakan bahwa masalah tersebut sedang dalam penanganan.

Gas mulia merupakan unsur yang memiliki reaktivitas rendah, yang dalam kasus ini adalah xenon dan kripton disebutkan oleh juru bicara bahwa kebocoran gas dapat terjadi setelah beberapa lapisan pada beberapa batang bahan bakar memburuk. Gas-gas yang dikumpulkan dan diolah sebagai bagian dari proses untuk memindahkan radioaktif sebelum dilepaskan yang tergolong normal dan sesuai dengan regulasi.

Framatome menegaskan bahwa pembangkit nuklir beroperasi dalam parameter keamanan meski mengalami masalah kinerja dan EDF dilaporkan menggelar rapat luar biasa untuk membahas masalah nuklir dengan jajaran direkturnya.

China telah memperluas penggunaan energi nuklir dalam beberapa tahun terakhir dan mewakili sekitar 5% dari semua daya yang dihasilkan China sendiri. menurut Asosiasi Energi Nuklir China, terdapat 16 pembangkit nuklir operasional dengan 49 reaktor nuklir pada Maret 2021 dengan total kapasitas pembangkit 51.000 megawatt.

Pembangkit listrik Taishan adalah proyek bergengsi yang dibangun setelah China menandatangani perjanjian pembangkit listrik tenaga nuklir dua pembangkit dengan Electricite de France, yang sebagian besar merupakan kepemilikan Perancis. Kementerian Ekologi dan Lingkungan China, yang mengawasi pengawas keselamatan nuklir negara itu, mengatakan pada hari Rabu bahwa tuduhan itu “keliru”. National Nuclear Safety Administration (NNSA) menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau spesifikasi untuk gas mulia yang digunakan dalam pendingin reaktor di Taishan, tetapi ini “tidak ada hubungannya dengan deteksi radiasi di luar pabrik nuklir.”

Jadi perlu kita ketahui bersama bahwa meskipun memiliki banyak kegunaan, ternyata energi nuklir juga memiliki resiko yang besar salah satunya adalah dapat menimbulkan radiasi berbahaya yang dapat disebabkan karena adanya kebocoran reactor nuklir seperti yang  sedang terjadi saat ini di PLTN Taishan China. Bagaimana penjelasan kami mengenai seputar energi nuklir dan kebocoran reactor nuklir yang terjadi di PLTN Taishan China di atas? Menarik, bukan? Demikian deskripsi dari kami, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Referensi

Buku dan Jurnal:

  1. Subagyo, Y., Irawan, D, dan Santoso, J. 2008. Listrik Dari Energi Nuklir. Kementrian Negara Riset dan Teknologi. Jakarta.
  2. Nurdin, R., dan Nurhayati, N. 2020. Pemahaman Ulama Aceh Mengenai Energi Nuklir. Jurnal Phi; Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan, 2(1): 37-41.

Website:

  1. Pembangkit Nuklir China Diisukan Alami Kebocoran, Benarkah? (detik.com)
  2. Diam-diam, AS Usut Kebocoran Pembangkit Listrik Nuklir China (cnbcindonesia.com)
  3. China says no leak at nuclear plant, no change to detection standards | Reuters
  4. China nuclear plant: US assessing reported leak at facility in Taishan, Guangdong – CNNPolitics

Dibuat oleh:

  1. Auliya Maharani Lazuardi (Kimia 2020)
  2. Nova Septi Widyaning Putri (Kimia 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *