Varian Baru Virus Corona

Gambar Virus Corona. Sumber: Kronologi.id

Corona virus adalah salah satu virus yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan karena mutasi dan penyebarannya yang cepat dan masif. corona virus pertama kali muncul di kota Wuhan, China pada akhir 2019 dan mulai terjadi penyebaran masif di seluruh dunia pada tahun 2020. Corona Virus Disease 2019(COVID-19) adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa corona virus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Serve Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan corona virus yang terbaru adalah yang menyebabkan COVID-19. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh corona virus yang baru ditemukan.

Virus corona merupakan jenis virus RNA dengan materi generik berantai tunggal karena strukturnya, virus RNA ini diketahui lebih mudah mengalami mutasi. sejauh ini terdapat beberapa varian virus corona, yakni alpha, beta, gamma, dan delta. frekuensi mutasi virus corona diketahui cukup stabil. Akhir-akhir ini peneliti menemukan varian mutasi baru virus corona yakni D614G yang memiliki jumlah virus banyak dalam tubuhnya. keparahan infeksi virus corona dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya faktor usia dan faktor penyakit bawaan.

Virus Corona varian Delta. Sumber: beritadiy.pikiran-rakyat.com

Melansir dari data kementerian kesehatan, hingga tanggal 13 juni 2021 terdapat 107 infeksi varian delta di Indonesia dimana infeksi ini lebih banyak dari varian alpha yang memiliki infeksi sebanyak 36 dan varian beta yang memiliki infeksi sebanyak 5 kasus. hal ini membuat varian delta dianggap sebagai VOC atau variant of concern. penyebaran varian delta yang masif di Indonesia ini disebabkan adanya interaksi sosial yang tinggi, pelanggaran protokol kesehatan, dan penyebaran varian delta yang sangat cepat. Perlu sobat ketahui bahwa terdapat beberapa fakta mengenai virus corona varian delta, yakni:

  • Penyebaran dan penularan tiga kali lebih cepat

kandidat PhD bidang kedokteran Kobe University, dr. Adam Prabata menyebutkan bahwa varian delta atau B.1.617.2 memiliki mutasi dan meningkatkan tingkat penularan. menurut laporan Public Health England (PHE), penularan yang diakibatkan corona virus varian delta tiga kali lebih menular.

  • Risiko rawat inap

coronavirus varian delta menyebabkan peningkatan risiko rawat inap 2.61 kali lebih tinggi dibandingkan varian yang pertama kali muncul. varian delta yang berasal dari India ini perlu diwaspadai karena risiko rawat inap yang, peningkatan risiko sakit berat yang membutuhkan alat bantu napas atau ventilator meningkat sebanyak 1.67 kali sehingga menyebabkan adanya kelangkaan tabung oksigen yang juga menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi.

  • Varian delta bisa terdeteksi oleh PCR

menurut dr. Adan, varian delta ini masih bisa terdeteksi dengan pemeriksaan PCR

  • Memiliki gejala berbeda

dr. Adam mengatakan bahwa, hingga saat ini masih belum ada penelitian atau laporan yang terpublikasi terkait varian delta coronavirus yang memiliki gejala berbeda. bukti saat ini bahwa gejala yang ditemukan pada varian delta coronavirus seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek.

  • Berisiko infeksi

dr. Adam menyatakan dalam paparannya bahwa coronavirus varian delta terbukti menurunkan kemampuan penetralisir antibodi, yang artinya bahwa orang yang sebelumnya telah terinfeksi varian delta dapat terinfeksi kembali.

  • Berpotensi menurunkan efektivitas vaksin

varian delta yang terbukti menurunkan kemampuan penetralisir antibodi dan penetralisir beberapa vaksin Covid-19. menurut WHO (World Health Organization) pencegahan varian baru ini dapat dilakukan dengan adanya injeksi vaksin sebanyak 2 kali dan akan terjaga efektivitasnya. vaksin melatih sistem kekebalan tubuh untuk menyerang beberapa bagian virus yang berbeda. namun, para pakar kesehatan merasa khawatir apabila virus terus bermutasi. Prof David Robertson dari Universitas Glasgoe menyimpulkan bahwa, virus mungkin dapat menghasilkan mutan yang lolos dari vaksin.

Hingga 29 Juni, WHO menyebutkan, sebanyak 96 negara telah melaporkan kasus varian Delta. Dan, sejumlah negara menghubungkan lonjakan infeksi dan rawat inap dengan varian yang sangat menular ini. Sementara kasus varian Alpha, menurut WHO, telah dilaporkan di 172 negara atau wilayah, bertambah 2 negara dalam seminggu terakhir. Kasus varian Beta terdeteksi di 120 negara, tambah satu negara. Lalu, kasus varian Gamma ada di 72 negara, bertambah satu negara.  Berikut ini penamaan baru untuk 10 varian baru virus corona:

  • 1. Varian virus corona Inggris B.1.1.7 disebut Alpha

Varian B.1.1.7 merupakan varian virus corona yang pertama kali muncul di Inggris pada Desember 2020. Studi awal mengenai varian baru virus corona tersebut menunjukkan potensi peningkatan penularan dan rawat inap.

  • 2. Varian virus corona Afrika Selatan B.1.351 disebut Beta

Virus corona varian B.1.351 pertama kali ditemukan di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan pada Oktober 2020. Dikutip dari Kompas.com (3/5/2021) varian virus corona B.1351 bisa mempengaruhi netralisasi beberapa antibody, akan tetapi belum terdeteksi apakah jenis tersebut mampu meningkatkan risiko keparahan penyakit. Varian virus corona Beta ini juga memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat dan berpotensi mengakibatkan kematian yang tinggi.

  • 3. Varian virus corona Brasil P.1 disebut Gamma

Varian P.1 merupakan varian virus corona yang ditemukan di Brasil. Varian virus corona Gama ini juga sama dengan varian B.1.352 ditemukan lolos dari netralisasi saat diinkubasi dengan antibody yang dihasilkan sebagai respon terhadap gelombang pertama pandemi.

  • 4. Varian India B.1.617.2 disebut Delta

Virus corona varian B.1.617 merupakan varian baru dari mutasi ganda E484Q dan L452R. E484Q mirip dengan E484K, yang merupakan mutasi yang terlihat pada varian Afrika Selatan B.13.53 dan pada varian Brasil, P1. Adapun L452R juga terdeteksi dalam varian virus California, B.1.429. Varian virus corona Delta ini diangggap lebih menular dan bisa menyebar lebih cepat. Varian virus corona Delta juga sudah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesi antara lain Jakarta.

  • 5. Varian Amerika Serikat B.1.427/B.1.429 disebut Epsilon

Varian virus corona baru ini merupakan varian Callifornia. Melansir dari CNBC, varian virus corona Epsilon ini diperkirakan menyumbang 52 persen kasus Covid di California, 41 persen di Nevada, dan 25 persen di Arizona. CDC juga telah mengklasifikasikan varian virus corona Epsilon ini sebagai varian kekhawatiran yang berarti ada bukti bahwa varian ini mengarah pada peningkatan penularan dan penyakit yang lebih parah.

  • 6. Varian virus corona Brasil P.2 disebut Zeta

Varian P2 adalah varian virus corona lain selain varian P1 yang terdeteksi lebih dulu di Brazil. Varian virus corona Zeta ini juga telah terdeteksi lebih dahulu di Inggris dan dilaporkan menyebar di Rio de Janeiro. Varian virus corona Zeta ini meskipun mengandung E484K namun diangggap tak cukup untuk menetapkannya masuk sebagai Varian kekhawatiran. Melansir dari Belfasttelegraph Varian virus corona Zeta tidak mengandung mutasi penting lain sebagaimana yang dibawa varian P1.

  • 7. Varian B.1.525 disebut Eta

Virus corona variaan B.1525 adalah varian yang baru-baru ini diidentifikasi di Inggris. Para ilmuwan mengawasi varian virus corona Eta ini karena memiliki beberapa mutasi pada gen protein lonjakan. Mutasi tersebut atermasuk adanya E484 K.

  • 8. Varian Filipina P.3 disebut Theta

Varian virus corona asal Filipina ini dideteksi di Filipina pada 13 Maret 2021 dan ditemukan pada sampel lokal Filipina. Mengutip dari Rappler, meskipun belum cukup bukti varian virus corona Theta tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat namun tetap ada kemungkinan virus lebih menular dibandingkan versi asli SARS-CoV-2.

  • 9. Varian Amerika Serikat B.1.526 disebut Iota

Virus corona varian B.1526 mulai ditemukan pada sampel yang dikumpulkan di New York pada Bulan November 2021. Belum diketahui apakah varian virus corona Iota lebih menular dibandingkan virus aslinya. Virus virus corona Iota juga belum tersebar luas, namun tampaknya menyebar cukup efisien melalui wilayah metropolitan New York dan sekitarnya.

  • 10. Varian India B.1.617.1 disebut Kappa Varian

virus corona Kappa merupakan varian baru yang terdiri dari mutasi ganda. Di India, yang melaporkan lebih dari 2,7 juta kasus infeksi, sub-garis keturunan B1617,1 dan B1617,2 ditemukan masing-masing pada 21 persen dan 7 persen dari semua sampel. B1617.1 dan B1617.2 terbukti resisten terhadap antibodi Bamlanivimab yang digunakan untuk pengobatan COVID-19, serta “berkurangnya kerentanan terhadap antibodi netralisasi” untuk B1617.1.

Pandemi covid-19 memang belum berakhir, namun ada baiknya kita untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi buah dan sayuran juga makanan 4 sehat 5 sempurna, melakukan exercise di rumah, menjaga jarak, selalu menerapkan protokol kesehatan, tidak keluar rumah apabila tidak penting. Selain itu, pencegahan lain adalah meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan makanan sehat, meperbanyak cuci tangan, menggunakan masker jika keluar rumah, melakukan olah raga, istirahat cukup serta makan makanan yang dimasak hingga matang dan bila sakit segera berobat ke RS rujukan untuk dievaluasi dan tidak lupa melakuakn vaksin. Bagaimana penjelasan tentang varian baru virus corona dan fakta yang terkandung di dalamnya? Menarik, bukan? Demikian deskripsi dari kami, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Referensi:

Jurnal:

  1. Handayani, D., Hadi, D. R., Isbaniah, F., Burhan, E., dan Agustin, H. 2020. Corona virus disease 2019. Jurnal Respirologi Indonesia, 40(2): 119-129.
  2. Syukur, M. H., Kurniadi, B., dan Haris, R. F. N. 2020. Penanganan Pelayanan Kesehatan Di Masa Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Hukum Kesehatan. Journal Inicio Legis, 1(1): 1-17.

Website:

  1. https://www.cnbcindonesia.co/news/20210619134426-4-254384/fakta-seputar-varian-baru-corona-delta-si-covid-ganas
  2. Ini 6 Fakta Mutasi Virus Corona Terbaru dari Inggris (halodoc.com)
  3. https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-10-varian-baru-virus-corona-hasil-mutasi-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya?page=all
  4. https://newssetup.kontan.co.id/news/11-varian-baru-virus-corona-dalam-daftar-who-terbaru-lambda

Dibuat oleh:

  1. Auliya Maharani Lazuardi (Kimia 2020)
  2. Nova Septi Widyaning Putri (Kimia 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *