Kandungan Bahan Kimia yang Terdapat Dalam Berbagai Jenis Sabun

Gambar bahan kimia. Sumber: deherba.com

Sabun merupakan campuran dari senyawa natrium dengan asam lemak yang digunakan sebagai bahan pembersih tubuh, berbentuk padat, busa, dengan atau tanpa zat tambahan lain serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Sabun dibuat dengan dua cara, yaitu proses saponifikasi dan proses netralisasi minyak. Proses saponifikasi minyak akan diperoleh produk sampingan yaitu gliserol, sedangkan proses netralisasi tidak akan memperoleh gliserol. Proses saponifikasi terjadi karena reaksi antara trigliserida dengan alkali, sedangkan proses netralisasi terjadi karena reaksi asam lemak bebas dengan alkali. Berdasarkan wujudnya sabun dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu sabun padat dan sabun cair. Sabun yang berwujud cair dinilai lebih unggul dibandingkan dengan sabun jenis lainnya, hal ini dikarenakan penggunaannya yang dinilai lebih praktis karena mudah digunakan dan disimpan sehingga tidak mudah rusak dan kotor (Widyasanti dkk., 2017). Sabun dibuat dengan proses saponifikasi, yaitu reaksi dengan minyak yang mengandung trigliserida dan alkali (NaOH). Minyak dengan sifat yang berbeda menyebabkan sabun berbeda satu sama lain, hal ini karena komposisi asam lemak tidak sama. Komposisi kimiawi sabun adalah berupa campuran garam natrium / kalium yang berasal dari asam lemak rantai panjang, yang dibuat melalui reaksi saponifikasi oleh hidrolisis lemak hewani dan alkali. Dimungkinkan juga untuk menggunakan minyak nabati (Arasaretnam dan Venujah, 2019).

Sabun Batang

Gambar sabun batang. Sumber: Hipwee.com

Sabun batang adalah sabun yang sering kita gunakan untuk membersihkan badan saat mandi. Sabun batang terbuat dari lemak netral yang padat dan dikeraskan melalui proses hidrogenasi. Jenis alkali yang digunakan adalah natrium hidroksida dan sukar larut dalam air. Kebanyakan orang mulai meninggalkan sabun batang karena alasan kurang higienis  dan berisiko menjadi tempat perpindahan bakteri,  namun sabun batang dipercaya irit dan memiliki wangi yang lebih tahan lama, yang memiliki kandungan sebagai berikut:

  • Sodium Laureth Sulfate

Sodium Lauryl Sulfate (SLS), juga dikenal sebagai Sodium dodecyl sulfate dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) keduanya adalah surfaktan. Sodium Lauryl Sulfate adalah bahan kimia yang digunakan dalam semua jenis kosmetik dan produk pembersih. Bekerja dengan mengubah cairan menjadi busa. Sodium Laureth Sulfate juga merupakan bahan yang terdapat dalam sabun pembersih bahkan make-up. Perlu sobat ketahui bahwa bahan sabun mandi ini berguna untuk membuat sabun menjadi berbusa.

  • Sodium Palmitate

Sodium palmate adalah garam natrium, yang secara alami berasal dari asam lemak dalam minyak kelapa sawit. Sodium palmate bertindak sebagai surfaktan dan zat pengemulsi dan merupakan bahan utama dalam sabun mandi. Garam dari asam palmitat juga bisa menghasilkan busa serta dapat membersihkan dengan baik, dan bisa menyebabkan kulit kita menjadi kering.

  • Sodium Lauroyl Isethionate

Sodium Lauroyl Methyl Isethionate adalah surfaktan yang larut dalam air, berasal dari kelapa, yang juga bebas sulfat. Sodium Lauroyl Methyl Isethionate memiliki rumus kimia C15H29NaO5S. Sodium lauroyl isethionate diproduksi dengan menggunakan asam lemak dicampur dengan asam isethionic. Asam isionionat diperoleh dari natrium bisulfit dan larutan etilen oksida dalam air.

  • Sodium Olivate

Sodium olivate adalah garam dari asam lemak minyak zaitun, produk alami. Food and Drug Administration AS telah menganggapnya aman untuk digunakan sebagai bahan pada sabun mandi. Karena itu bahan sabun mandi ini termasuk pembersih aman yang diturunkan secara botani atau alami. Sodium Olivate hanyalah nama INCI untuk “Olive Oil Soap”.

  • Sodium Cocoate

Senyawa kimia yang terkandung dalam sabun mandi yang terakhir ialah Sodium Cocoate. Sodium cocoate adalah campuran garam asam lemak ( garam asam ) dari minyak kelapa yang digunakan dalam beberapa sabun, termasuk pada beberapa merk sabun mandi. Sodium cocoate adalah surfaktan yang banyak digunakan untuk membantu membersihkan kulit, dan merupakan bahan yang sangat umum  dalam membuat sabun. Perlu sobat ketahui bahwa natrium cocoate sebenarnya hanya istilah teknis untuk produk sederhana yang terbuat dari minyak kelapa. Orang-orang memproduksinya melalui saponifikasi, yang merupakan proses memecah lemak dengan menggabungkannya dengan alkali – basa kuat – untuk membuat sabun.

Sabun Cuci Muka (Facial Wash)

Gambar facewash. Sumber: iprice.co.id

Sabun cuci muka (Facial Wash) merupakan sabun yang sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari untuk membersihkan muka kita agar tampak bersinar dan cerah. Perlu sobat ketahui bahwa di dalam setetes sabun cuci muka terkandung banyak sekali kandungan bahan kimia yang mungkin belum banyak kita ketahui.Komposisi bahan kimia  yang terdapat pada sabun cuci muka diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Myristic acid 

Myristic acid atau yang disebut juga dengan tetradecanoic acid termasuk salah satu jenis dari asam lemak tersaturasi, biasa digunakan pada produk berbagai sabun, kandungan ini terkadang dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau iritasi atau kerusakan pada mata (bila terkena mata)

  • Glycerin 

Glycerin merupakan suatu zat yang biasanya digunakan sebagai pelarut, pelembab, dan keperluan farmasi. Zat ini umumnya aman namun juga dapat menimbulkan beberapa keadaan seperti iritasi kulit, diare bila tertelan, iritasi mata bila terkena. 

  • Water

Water atau dalam bahasa Indonesia adalah air, merupakan suatu zat yang biasanya digunakan sebagai pelarut. Air ini merupakan kandungan yang tidak berbahaya.

  • Propylene Glycol

Propylene glycol adalah suatu zat organik, yang tidak berbau dan tidak bewarna yang biasanya digunakan sebagai pelarut berbagai macam komponen zat. Komponen ini secara umum dapat dianggap aman namun juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Potassium Hydroxide

Potassium Hydroxide merupakan suatu larutan yang bewarna jernih, dan biasanya digunakan pada pembentukan suatu zat kimia, pemurnian bahan bakar, dan sebagai produk pembersih termasuk sabun. Dalam konsentrasi yang tinggi senyawa ini dapat menimbulkan beberapa dampak yang cukup berbahaya, namun pada produk sabun umumnya dampak yang dapat ditimbulkan berupa iritasi kulit dan iritasi pada mata.

  • Stearic Acid

Stearic acid suatu senyawa yang termasuk dalam asam lemak tersaturasi dengan rantai panjang, asam lemak ini dapat ditemukan pada berbagai jenis hewan dan tanaman, dan merupakan komponen utama pada mentega. Senyawa ini digunakan sebagai produk bahan bangunan, produk laundry, dan produk perawatan pribadi. Paparan terhadap senyawa ini juga dapt menimbulkan iritasi kulit dan mata.

  • Glycol Distearate

Glycol Distearate merupakan senyawa yang termasuk dalam keluarga asam lemak yang digunakan sebagai produk penyedap makanan, produk pembersih, produk perawatan, atau bahkan sebagai bahan pelumas. Umumnya penggunaan senyawa ini dianggap aman (dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata)

  • Lauric Acid 

Lauric acid merupakan senyawa yang juga termasuk ke dalam asam lemak yang biasanya digunakan pada produk sabun dan sampo. Senyawa ini memiliki tingkat toksik yang sangat rendah, umumnya gejala yang dapat ditimbulkan berupa iritasi pada kulit dan mata.

  • Decyl Glucoside

Decyl glucoside senyawa yang biasanya digunakan pada produk pembersih, produk pertanian, produk cat, dan produk tekstil. Produk ini biasanya juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Glyceryl Stearate

Glyceryl stearate merupakan senyawa yang digunakan dalam produk perawatan, dan pelumas. Penggunaan senyawa ini umumnya dianggap aman (dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata).

  • Perfume

Perfume atau pengharum, memiliki jenis yang komponen kimia yang berbeda-beda namun beberapa dapat menimbulkan iritasi kulit, mata, atau menimbulkan dampak berbahaya apabila tertelan.

  • DMDM Hydantoin

DMDM Hydantoin senyawa yang biasanya digunakan pada produk pembersih. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit, iritasi yang serius pada mata, dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan bila terhirup.

  • Polyquaternium-7

Polyquaternium-7 merupakan senyawa yang biasanya digunakan pada produk sampo, hair conditioner, sabun, gel, dan deodoran. Produk ini umumnya dianggap aman, namun pernah disebutkan bahwa dapat terjadi iritasi pada kulit akibat penggunaan senyawa ini.

  • Disodium EDTA

Disodium EDTA merupakan senyawa yang umumya digunakan pada produk pembersih, perawatan, dan laundry. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernafasan.

  • Butylene Glycol

Butylene Glycol merupakan senyawa yang biasanya digunakan sebagai pelarut dan produk perawatan tubuh. Senyawa ini juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Niacinamide

Niacinamide atau vitamin B3 dapat digunakan berbagai macam produk seperti suplemen, makanan, atau produk farmasi dan perawatan. Senyawa ini juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Iodopropynyl Butylcarbamate

Iodopropynyl Butylcarbamate merupakan senyawa yang biasanya digunakan dalam cat, produk perawatan dan kosmetik. Senyawa ini dapat menimbulkan reaksi yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Sodium Benzoate

Sodium Benzoate merupakan senyawa yang biasanya digunakan dalam pengawet makanan namun juga dapat digunakan pada produk perawatan, cat, plastik, dan pembersih. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada mata yang serius.

Secara umum produk sabun dapat menimbulkan dampak seperti iritasi pada kulit dan mata, berbahaya bila terhirup dan tertelan. Namun produk sabun yang telah secara resmi terdaftar pada BPOM umumnya telah melalui tes uji produk, sehingga produk-produk ini sudah dapat dianggap aman untuk digunakan oleh masyarakat luas.

  • Myristic acid 

Myristic acid atau yang disebut juga dengan tetradecanoic acid termasuk salah satu jenis dari asam lemak tersaturasi, biasa digunakan pada produk berbagai sabun, kandungan ini terkadang dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau iritasi atau kerusakan pada mata (bila terkena mata).

  • Glycerin 

Glycerin merupakan suatu zat yang biasanya digunakan sebagai pelarut, pelembab, dan keperluan farmasi. Zat ini umumnya aman namun juga dapat menimbulkan beberapa keadaan seperti iritasi kulit, diare bila tertelan, iritasi mata bila terkena. 

  • Water

Water atau dalam bahasa Indonesia adalah air, merupakan suatu zat yang biasanya digunakan sebagai pelarut. Air ini merupakan kandungan yang tidak berbahaya.

  • Propylene Glycol

Propylene glycol adalah suatu zat organik, yang tidak berbau dan tidak bewarna yang biasanya digunakan sebagai pelarut berbagai macam komponen zat. Komponen ini secara umum dapat dianggap aman namun juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Potassium Hydroxide

Potassium Hydroxide merupakan suatu larutan yang bewarna jernih, dan biasanya digunakan pada pembentukan suatu zat kimia, pemurnian bahan bakar, dan sebagai produk pembersih termasuk sabun. Dalam konsentrasi yang tinggi senyawa ini dapat menimbulkan beberapa dampak yang cukup berbahaya, namun pada produk sabun umumnya dampak yang dapat ditimbulkan berupa iritasi kulit dan iritasi pada mata.

  • Stearic Acid

Stearic acid suatu senyawa yang termasuk dalam asam lemak tersaturasi dengan rantai panjang, asam lemak ini dapat ditemukan pada berbagai jenis hewan dan tanaman, dan merupakan komponen utama pada mentega. Senyawa ini digunakan sebagai produk bahan bangunan, produk laundry, dan produk perawatan pribadi. Paparan terhadap senyawa ini juga dapt menimbulkan iritasi kulit dan mata.

  • Glycol Distearate

Glycol Distearate merupakan senyawa yang termasuk dalam keluarga asam lemak yang digunakan sebagai produk penyedap makanan, produk pembersih, produk perawatan, atau bahkan sebagai bahan pelumas. Umumnya penggunaan senyawa ini dianggap aman (dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata)

  • Lauric Acid 

Lauric acid merupakan senyawa yang juga termasuk ke dalam asam lemak yang biasanya digunakan pada produk sabun dan sampo. Senyawa ini memiliki tingkat toksik yang sangat rendah, umumnya gejala yang dapat ditimbulkan berupa iritasi pada kulit dan mata.

  • Decyl Glucoside

Decyl glucoside senyawa yang biasanya digunakan pada produk pembersih, produk pertanian, produk cat, dan produk tekstil. Produk ini biasanya juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Glyceryl Stearate

Glyceryl stearate merupakan senyawa yang digunakan dalam produk perawatan, dan pelumas. Penggunaan senyawa ini umumnya dianggap aman (dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata).

  • Perfume

Perfume atau pengharum, memiliki jenis yang komponen kimia yang berbeda-beda namun beberapa dapat menimbulkan iritasi kulit, mata, atau menimbulkan dampak berbahaya apabila tertelan.

  • DMDM Hydantoin

DMDM Hydantoin senyawa yang biasanya digunakan pada produk pembersih. Senyawa ini dapt menimbulka iritasi pada kulit, iritasi yang serius pada mata, dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan bila terhirup.

  • Polyquaternium-7

Polyquaternium-7 merupakan senyawa yang biasanya digunakan pada produk sampo, hair conditioner, sabun, gel, dan deodoran. Produk ini umumnya dianggap aman, namun pernah disebutkan bahwa dapat terjadi iritasi pada kulit akibat penggunaan senyawa ini.

  • Disodium EDTA

Disodium EDTA merupakan senyawa yang umumya digunakan pada produk pembersih, perawatan, dan laundry. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernafasan.

  • Butylene Glycol

Butylene Glycol merupakan senyawa yang biasanya digunakan sebagai pelarut dan produk perawatan tubuh. Senyawa ini juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Niacinamide

Niacinamide atau vitamin B3 dapat digunakan berbagai macam produk seperti suplemen, makanan, atau produk farmasi dan perawatan. Senyawa ini juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Iodopropynyl Butylcarbamate

Iodopropynyl Butylcarbamate merupakan senyawa yang biasanya digunakan dalam cat, produk perawatan dan kosmetik. Senyawa ini dapat menimbulkan reaksi yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata.

  • Sodium Benzoate

Sodium Benzoate merupakan senyawa yang biasanya digunakan dalam pengawet makanan namun juga dapat digunakan pada produk perawatan, cat, plastik, dan pembersih. Senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada mata yang serius.

Sabun Cuci Baju (Deterjen)

Gambar detergen. Sumber: adev.co.id

Mencuci baju merupakan salah satu kegiatan rutin bagi banyak orang. Hal ini dilakukan demi mendapatkan baju bersih dan wangi. Untuk mencuci baju dan menghilangkan noda membandel tidak hanya dibutuhkan air saja tetapi juga diperlukan sabun cuci baju atau deterjen yang ampuh untuk menghilangkan noda, di dalam detergen terdapat banyak bahan kimia yang dikandungnya. komposisi kimia pada deterjen adalah sebagai berikut:

  • Surfaktan

surfaktan adalah salah satu bahan deterjen yang bertugas menghilangkan noda. surfaktan ini dibagi menjadi tiga jenis, yakni kationik (bermuatan ion positif, tidak bereaksi dalam air sadah), anionik (ion negatif, bereaksi dengan air sadah, mengandung magnesium serta kalsium), dan nonionik (membersihkan noda minyak

  • builder

salah satu substansi yang berperan dalam meningkatkan kualitas pencucian detergen dan mencegah larutan menjadi terlalu basa

  • Natrium silikat

substansi yang bertugas menjadi bahan anti korosi sehingga deterjen tidak merusak mesin cuci dan membuat mesin cuci berkarat

  • natrium sulfat

salah satu substansi yang ditambahkan pada deterjen bubuk agar bubuk detergen tersebut tidak menggumpal

  • enzim

enzim digunakan sebagai salah satu substansi yang bertugas memecahkan senyawa kotoran kompleks yang sulit dibersihkan, seperti noda darah

  • optical brightener

salah satu substansi kimia pada deterjen yang mengubah cahaya UV sehingga menjadi sinar tampak, yang memberikan kesan pakaian menjadi lebih cerah.

  • fragrance

fragrance pada deterjen digunakan untuk menghasilkan bau wangi dan mengusir bau tak sedap pada pakaian kotor.

menarik sekali kan pembahasan kita kali ini, sampai jumpa di alfo selanjutnya.

Referensi:

Jurnal:

  1. Arasaretnam, S., & Venujah, K. 2019. Preparation of soaps by using different oil and analyze their properties. Nat Prod Chem Res, 7(357): 1-4.
  2. Widyasanti, A., Junita, S., dan Nurjanah, S. 2017. Pengaruh Konsentrasi Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) dan Minyak Jarak (Castor Oil) terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Sabun Mandi Cair. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 9(1): 10-16.

Website:

  1. Bahan Kimia Korosif Yang Dilarang Kementerian Kesehatan (deherba.com)
  2. Melancarkan Kunci yang Macet Sampai Pengharum Ruangan, ini 9+ Kegunaan Lain Sabun Batang (hipwee.com)
  3. 8 Face Wash Terbaik, Ampuh dan Aman untuk Kulit Berjerawat (iprice.co.id)
  4. Pengertian Sabun: Definisi Jenis Bentuk Karakteristik Bahan Sabun (adev.co.id)
  5. Inilah Komposisi Senyawa Kimia di Dalam Sabun Deterjen yang Bagus | Sharing di Sana
  6. https://www.kompasiana.com/toniantonio5979/5f0a50a6097f3671765aa212/5-bahan-kandungan-kimia-pada-sabun-mandi?page=all
  7. https://www.alodokter.com/komunitas/topic/bahan-kimia-dalam-produk-perawatan-wajah

Dibuat oleh:

  1. Auliya Maharani Lazuardi (Kimia, 2020)
  2. Nova Septi Widyaning Putri (Kimia, 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *