Kandungan Kimia Dalam Material Letusan Gunung Semeru dan Bahaya yang Ditimbulkan Oleh Abu Vulkanik

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3676 mdpl. Gunung ini memiliki bentukan yang kerucut. Kompleks Gunung Semeru Posisinya terdapat pada satu kelurusan yang sama dengan kompleks Gunung Tengger. Gunung Semeru mulai dari zaman pra sejarah sampai sekarang kegiatan vulkaniknya tercatat menunjukkan letusan yang berada di pusat (kawah puncak), dan letusan samping (lereng). Beberapa bukti sejarah menunjukkan letusan samping ini yang membentuk Ranu Darungan, Ranu Pakis, Gunung Lengker, Gunung Totogan Malang, Gunung Papak dan beberapa tempat lain yang terdapat pada lereng Gunung Semeru. Di daerah endapan vulkanik di Lumajang terjadi karena adanya lahar dingin dan lahar panas yang keluar dari mulut Gunung Semeru. Lahar dingin biasanya mengeluarkan isinya berupa pasir, tuff atau debu, dan batu. Namun juga memungkinkan terjadinya lahar panas yang berisi pasir, magma, batu dan debu. Material yang berada di Lumajang banyak terdapat material piroklastiknya. (Wahyudin, 2010) bahwa endapan vulkanik Gunung Semeru berkomposisi basaltik sampai andesetik.

Kompleks Gunung Semeru memiliki struktur geologi yang cukup kompleks. Terdapat 4 (empat) sesar atau sebuah kelurusan. Kelurusan yang ditemukan berarah barat laut hingga tenggara, timur hingga barat dan timur laut-daya dan pada umumnya menunjukkan indikasi adanya litologi yang bergeser dan pergesaran ini dianggap sesar normal. Pengenalan landscape berfungsi untuk memberikan gambaran teoritas fenomena geografis yang terhadi di permukaan bumi (Ikhsan dkk, 2018). Secara umum abu atau material dari letusan gunung berapi seperti Gunung Semeru mengandung oksida beberapa unsur logam seperti Si, Al, Fe, Ca, Mg, Na, dan K serta belerang, dan mungkin beberapa unsur logam berat berbahaya seperti timbal, kadmium, dan arsen. Komposisi oksida logam khususnya Si,Al,dan Ca yang terkandung dalam materi memberikan potensi kepada material tersebut untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar semen, keramik, atau produk lain yang berbahan dasar semen. Namun demikian, selain dapat dimanfaatkan, abu material Gunung Semeru yang mengandung belerang dapat memberikan sifat asam pada tanah maupun air yang ada di sekitarnya. Sifat asam ini bersifat korosif yang dapat merusak benda-benda berbahan logam,mengganggu kesehatan,dan menurunkan kesuburan tanah . Perlu kita ketahui bersama bahwa, selain menyimpan banyak manfaat ternyata material dari letusan gunung semeru juga menyimpan beberapa bahaya. Salah satu yang dapat ditimbulkan dari abu vulkanik akibat letusan gung semeru diantaranya yaitu :

1. Gangguan pernapasan akut
Dampak letusan gunung berapi bagi kesehatan tubuh bisa berbeda-beda. Akan tetapi, umumnya dampak abu vulkanik bagi kesehatan berkaitan dengan gangguan pernapasan akut seperti bronkitis atau asma.
2. Silikosis
Abunya mengandung mineral kuarsa, kristobalit, atau tridimit. Zat ini adalah kristal silika bebas atau silikon dioksida (SiO2) yang bisa menyebabkan penyakit paru yang fatal atau silikosis. Abu silikosis sangat halus dan menyerupai pecahan kaca.
3. Iritasi dan alergi
Selain bersifat asam abu vulkanik juga terdiri dari bermacam debu, partikel, dan pollen yang bisa menimbulkan alergi.
4. Rentan untuk kesehatan bayi dan lansia
Menurut ahli di NIH, gas dan abu vulkanik berpotensi merusak paru-paru bayi, lansia, dan mereka yang mengidap penyakit pernapasan parah. Bahaya abu vulkanik juga dapat memengaruhi orang yang jaraknya ratusan kilometer dari lokasi letusan.

Referensi
Buku dan Jurnal:
Ikhsan, F., Kurnianto, F., Nurdin, E., & Apriyanto, B. (2018). Geography Literacy Of Observation Introduction Landscape Representation Place For Student Experience. Geosfera Indonesia, 3(2), 131-145.
Wahyudin, D. 2010. Aliran Lava Produk Letusan Celah Tahun 191 Serta Kemungkinan Terjadinya Letusan Samping Baru Di Gunung Semeru Jawa Timur. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi. Vol 3 (1): 199-211.

Website:
https://www.momsmoney.id/news/gunung-semeru-meletus-ketahui-bahaya-abu-vulkanik-untuk-tubuh

Dibuat oleh:
Auliya Maharani Lazuardi, (Kimia 2020)
Nova Septi Widyaning PutrI, (Kimia 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *