Mineral Pembentuk Bebatuan

Di bumi terdapat banyak sekali jenis mineral. Lebih dari 95% dari berbagai tempat tersebar di kerak bumi dan lautan. Pada dasarnya mineral merupakan komponen penyusun batuan, yang merupakan bahan induk dari tanah (Porter: 1987). Maka dari itu, secara tidak langsung mineral merupakan komponen dari tanah. Dalam pertanian dan perkebunan, tanah merupakan bahan vital sebagai tempat berkembangbiak tanaman atau tumbuhan. Pengetahuan secara rinci mengenai sifat-sifat fisik tanah dan tanaman merupakan hal yang mendasar dalam pertanian, khususnya pada bidang ilmu tanah.

Pengelompokan mineral penyusun batuan dan tanah berdasarkan golongannya terdiri dari golongan mineral Silikat, golongan mineral Oksida dan Hidroksida, golongan mineral Sulfida, golongan mineral Karbonat, golongan mineral Sulfat, dan golongan mineral Posfat.Berdasarkan jenis-jenis mineral di atas, yang termasuk dalam mineral jenis adalah golongan mineral Oksida dan Hidroksida, sedangkan yang lainnya tergolong mineral non tipe. Jenis mineral pada tanah dapat diidentifikasi dengan menggunakan metode jenis. Penggunaan jenis yang akan datang akan menghasilkan informasi mengenai nilai suseptibiltas, ukuran bulir dan jenis domain dari mineral yang terdapat pada tanah yang nantinya akan digunakan dengan faktor pedogenesis pada tanah (Lu, dkk., 2008; Safiuddin, dkk., 2011; Haris, 2013)

Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas tertentu, dan mempunyai atom yang tersusun teratur. Dalam ilmu geologi, mineral adalah suatu zat atau benda persenyawaan kimia asli atau yang tersusun oleh proses alam, memiliki sifat-sifat kimia dan fisik tertentu, dan biasanya berbentuk padat. Untuk dianggap sebagai mineral pembentuk batuan yang umum, mineral harus:

  • Menjadi salah satu mineral yang paling melimpah di kerak bumi.
  • Menjadi salah satu mineral asli yang hadir pada saat pembentukan kerak bumi.
  • Menjadi mineral penting dalam menentukan klasifikasi batu.
  • Mineral yang mudah memenuhi kriteria ini meliputi: plagioklas feldspar, alkali feldspars, kuarsa, piroksen, amfibol, mika, clay, olivin, kalsit, dan dolomit.

Mineral pembentuk batuan terbagi menjadi beberapa bagian, diantranya yaitu :
1) Mineral Utama
Merupakan komponen mineral dari batuan yang diperlukan untuk menggolongkan dan menamakan batuan, tetapi tidak perlu terdapat dalam jumlah yang banyak. Contohnya:
Felspar : suatu kumpulan dari sejumlah mineral pembentuk batuan. Berwarna putih atau semi putih.
2) Mineral sekunder
Dibentuk dari mineral primer oleh proses pelapukan, sirkulasi larutan atau metamorfosis. Contoh : Klorit, terbentuk dari mineral biotit oleh proses pelapukan.
3) Mineral aksesori atau mineral tambahan
Terbentuk oleh kristalisasi magma, terdapat dalam jumlah sedikit, umumnya kurang dari 5%.
Mineral silikat ferromagnesium adalah mineral silikat yang mengandung ion besi dan atau magnesium didalam struktur mineralnya.

Perlukita ketahui Bersama bahwa mineral pembentuk batuan dibedakan menjadi 4 kelompok yaitu mineral silikat, mineral oksida, mineral sulfida, serta mineral karbonat dan sulfat.
1. Mineral Silika
Mineral silikat ini adalah mineral yang paling banyak sebagai pembentuk batuan (hampir 90%), yang merupakan persenyawaan antara silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka lebih dari 50% penyusun dari kerak-bumi terdiri dari mineral silikat. Mineral silikat terbentuk karena proses pendinginan magma yang terjadi di dekat permukaan bumi atau jauh di bawah permukaan bumi dimana tekanan dan temperatur sangat tinggi. Pada saat magma mengalami pendinginan akan terjadi kristaisasi mineral seperti olivin yang mengkristal pada temperatur tinggi sampai kuarsa yang mengkristal pada temperatur rendah. Mineral silikat merupakan bagian utama yang membentuk batuan sedimen, batuan beku maupun batuan malihan. Mineral silikat ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ferromagnesium dan non-ferromagnesium. Mineral-mineral silikat yang tidak mengandung ion-ion besi dan magnesium disebut mineral non-ferromagnesium. Mineral-mineral silikat ferromegnesium dicirikan oleh warnanya yang gelap dan mempunyai berat jenis antara 3,2 sampai 3,6. Sebaliknya mineral-mineral silikat non-ferromagnesium pada umumnya mempunyai warna terang dan berat jenis rata-rata 2,7. Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh kandungan unsur besi didalam mineral tersebut.

2. Mineral Oksida
Terbentuk sebagai akibat perseyawaan langsung antara oksigen dan unsur tertentu. Susunannya lebih sederhana dibanding silikat. Mineral oksida umumnya lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali dengan mineral silikat dan juga lebih berat dari mineral lainnya kecuali dengan mineral sulfida karena kebanyakan unsur oksigen saling berikatan dengan unsur logam yang pada dasarnya memiliki massa jenis yang berat. Unsur yang paling utama dalam oksida adalah besi, chroom, mangan, timah dan aluminium. Contoh mineral oksida adalah korondum (Al2O3), hematit (Fe2O3) kasiterit (SnO2) dan hausmannit (Mn2O4).

3. Mineral Sulfida
Pembentukan mineral ini pada umumnya terbentuk disekitar wilayah gunung api yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Proses mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama yang bercampur dengan sulfur tersebut berasal dari magma, kemudian terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawah kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya dikenal sebagai alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan hidrotermal (air panas). Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral pembentuk bijih (ores). Dan oleh karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Khususnya karena unsur utamanya umumnya adalah logam. Pada industri logam, mineral-mineral sulfides tersebut akan diproses untuk memisahkan unsur logam dari sulfurnya. Beberapa penciri mineral ini adalah memiliki kilap logam karena unsur utamanya umumnya logam, berat jenis yang tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Hal tersebut berkaitan dengan unsur pembentuknya yang bersifat logam. Beberapa contoh mineral sulfides yang terkenal adalah pirit (FeS2), Kalkosit (Cu2S), Galena (PbS), sphalerite (ZnS) dan Kalkopirit (CuFeS2) dan termasuk juga didalamnya selenides, tellurides, arsenides, antimonides, bismuthinides dan juga sulfosalt.

4. Mineral Karbonat dan Sulfat

Mineral karbonat merupakan susunan utama yang membentuk batuan sedimen. Mineral karbonat terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Mineral karbonat juga terbentuk pada daerah evaporitik dan pada daerah karst yang membentuk gua (caves), stalaktit, dan stalagmite. Beberapa contoh mineral yang termasuk kedalam mineral karbonat ini adalah dolomite (CaMg(CO3)2, kalsit (CaCO3) dan magnesite (MgCO3).
Mineral karbonat termasuk mineral yang sangat melimpah dan penting di kulit bumi. Seperti kalsit yang merupakan penyusun utama batugamping dengan unsur kimia pembentuknya tediri dari kalsium (Ca) dan karbonat (CO3). Kalsit memiliki beberapa kegunaan diantaranya sebagai pemupukan tanah, kalsit digunakan juga dalam industri keramik, gelas, barang-barang gelas, kimia, bahan galian bukan logam, dan sebagainya. Kalsit termasuk sebagai material konstruksi, sebagai fondasi jalan atau bangunan yang menstabilkan tanah.
Mineral sulfat terdiri dari anion sulfat (SO42-). Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan anion sufat tersebut. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah evaporitik (penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfat dan halida berinteraksi. Contoh mineral sulfat ini ialah anhydrite, gypsum, alabaster, barite.

Nah, menarik bukan pembahsan artikel kali ini ? Demikian deskripsi dari kami, sampai jumpa di edisi artikel berikutnya.

Referensi:
Buku dan Jurnal:
Luo, W. Dongsheng, L. Houyuan, L. Sifat Kerentanan Magnetik Tanah Tercemar. Institut Geologi dan Geofisika, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok. Beijing 100029. Cina
Skinner, BJ, Porter, SC (1987), Geologi Fisik. Kanada: Von Hoffman Press.
Website:
https://tirto.id/pengertian-mineral-sifat-fisik-perannya-dalam-pembentukan-batu-gdKX
https://mistergendon95.blogspot.com/2018/09/mineral-mineral-pembentuk-batuan.html

Dibuat oleh:
Auliya Maharani Lazuardi (Kimia 2020)
Nova Septi Widyaning Putri (Kimia 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *