[PRESS RELEASE] Acara Puncak Afinitas 2020

Dokumentasi acara puncak Afinitas 2020 pada hari pertama

Acara puncak AFINITAS hari pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan dilakukan pengondisian selama 30 menit, yakni untuk mempersiapkan room dan peserta mulai memasuki room. Tepat pukul 08.00 WIB, MC membuka acara puncak AFINITAS 2020 hari pertama dan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan. MC akan mempersilahkan Ketua Panitia AFINITAS, Anjar Sahyana, Ketua Umum HIMAMIA FMIPA UNS, A. Hafiz Arif Arafi, Pembina HIMAMIA FMIPA UNS, Dr. Edi Pramono, S.Si., M.Si., dan Kepala Program Studi Kimia FMIPA UNS, Dr. Abu Masykur, S.Si., M.Si., untuk menyampaikan sambutan-sambutannya. Setelah itu, acara dilanjutkan ke sesi Webinar yang dimulai dengan pengenalan moderator oleh MC dengan pembacaan CV moderator pada pukul 08.50 WIB. Selanjutnya, moderator, Reza Zatadini, mengambil alih acara dan memperkenalkan pemateri webinar dengan pembacaan CV pemateri. Materi webinar disampaikan oleh saudara Ozi Adi Saputra, S.Si., M.Si., alumni Kimia FMIPA UNS, dengan materi “Personal Branding”. Materi disampaikan selama 40 menit sejak pukul 09.00 WIB. Kemudian dilakukan sesi tanya jawab selama 15 menit, ada 3 orang penanya. Sesi webinar diakhiri dengan pemberian sertifikat pembicara kepada pemateri sambil dilakukan pendokumentasian.

Selanjutnya, kendali acara diambil alih oleh MC utama untuk dilanjutkan ke sesi berikutnya, yakni Sarasehan. Sesi ini merupakan sesi diskusi bersama dengan kakak tingkat dan alumni, yang dimulai dengan MC mempersilahkan Ketua Panitia, Koordinator Alumni, dan Koordinator Tingkat untuk melakukan pembukaan. Pukul 10.35 WIB, peserta, yakni mahasiswa angkatan 2020, memperkenalkan diri dengan menayangkan video perkenalan diri. Lalu, dilakukan sesi diskusi bebas antara peserta, kakak tingkat, dan alumni selama 40 menit dimulai dari pukul 10.50 WIB. Untuk memaksimalkan sesi diskusi, peserta, kakak tingkat, dan alumni dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan berdiskusi pada room terpisah. Sesi ini berlangsung sampai pukul 12.15 WIB dengan pembahasan yang terbatas pada perkuliahan dan organisasi. Kemudian, kelompok-kelompok tersebut akan dikembalikan ke room utama untuk dilakukan penutupan sementara karena acara akan dijeda dari pukul 12.30 – 13.00 WIB untuk istirahat makan siang sekaligus mempersilahkan kakak tingkat dan alumni untuk meninggalkan room.

Peserta kembali masuk ke room pada sekitar pukul 13.00 – 13.05 WIB. Setelah itu, MC akan menjelaskan mengenai sesi selanjutnya, yakni FGD Kakak Pembimbing atau diskusi bersama kakak pembimbing. Peserta dibagi ke beberapa room kecil sesuai dengan kakak pembimbingnya. Dalam sesi ini, peserta berdiskusi dengan kakak pembimbing mengenai kesan dan pesan selama keberjalanan acara AFINITAS ini selama 25 menit. Selanjutnya, peserta akan masuk lagi ke room utama untuk melakukan perpisahan dengan kakak pembimbing sekaligus melakukan dokumentasi. Acara puncak AFINITAS hari pertama ini ditutup pada pukul 14.20 WIB oleh MC.

Dokumentasi acara puncak Afinitas 2020 pada hari kedua

Acara puncak AFINITAS dilanjutkan pada hari Minggu, 1 November 2020. Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan dilakukan pengondisian dan peserrta mulai memasuki room. Pukul 08.00 WIB, MC melakukan pembukaan dan dilanjutkan dengan pembagian peserta ke 9 kelompok kecil untuk melakukan games. Sesi games ini dimulai pukul 08.30 – 11.35 WIB dengan melakukan 3 jenis games. Pertama, Guess the Song, yakni permainan dimana setiap kelompok menebak judul lagu dari potongan lirik yang disampaikan. Permainan dilakukan dalam 3 sesi dan dalam satu sesi ada 3 kelompok yang bermain. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 sesi adalah 45 menit. Permainan ini dipandu saudara Lufti Wijanarko dan saudara Fikri Al Fathu Diputra, selaku trainer. Sesi 1 dimainkan oleh kelompok 1, 2, dan 3 yang dimenangkan oleh kelompok 1. Sesi 2 dimainkan oleh kelompok 5, 7, dan 9 yang dimenangkan oleh kelompok 9. Sesi 3 dimainkan oleh kelompok 4, 6, dan 8 yang dimenangkan oleh kelompok 6. Kedua, Finding Stuff, yaknipermainan dimana setiap anggota kelompok akan mengambil kelompok barang sesuai yang telah dipilih di rumah masing-masing, kelompok yang mengambil tercepat dan terlengkap akan menjadi pemenangnya. Permainan ini menekankan pada rasa rela berkorban, kerjasama, dan kekeluargaan. Seperti permainan sebelumna, permainan ini juga dilakukan dalam 3 sesi dan dalam satu sesi ada 3 kelompok yang bermain. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 sesi adalah 45 menit. Trainer yang memandu permainan ini adalah saudara Ilham Tri Utomo. Sesi 1 dimainkan oleh kelompok 4, 5, dan 6 yang dimenangkan oleh kelompok 6. Sesi 2 dimainkan oleh kelompok 1, 3, dan 8 yang dimenangkan oleh kelompok 1. Sesi 3 dimainkan oleh kelompok 2, 7, dan 9 yang dimenangkan oleh kelompok 7. Terakhir, Lomba Cerdas Cermat, dimana setiap kelompok harus menjawab pertanyaan yang diberikan  sebanyak 5 pertanyaan wajib dan 5 pertanyaan rebutan. Permainan dilakukan dalam 3 sesi dan dalam satu sesi ada 3 kelompok yang bermain. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 sesi adalah 45 menit. Permainan ini dipandu saudara Abdurrazzaq Ahmad El Yumin dan saudara Muhammad Naufal Ariesta, selaku trainer. Sesi 1 dimainkan oleh kelompok 7, 8, dan 9 yang dimenangkan oleh kelompok 9. Sesi 2 dimainkan oleh kelompok 2, 4, 6 yang dimenangkan oleh kelompok 2. Sesi 3 dimainkan oleh kelompok 1, 3, dan 5 yang dimenangkan oleh kelompok 1. Setelah itu, MC akan melakukan penutupan sementara karena acara akan dijeda istirahat makan siang pada pukul 11.45 – 12.30 WIB.

Peserta kembali memasuki room pada pukul 12.30 – 12.40 WIB, dan dilanjutkan dengan penayangan video penampilan dari mahasiswa Kimia 2020. Selanjutnya, dilakukan pelantikan mahasiswa baru yang menandai diterima mahasiswa baru menjadi bagian keluarga besar mahasiswa Kimia FMIPA UNS 2020. Pelantikan ini diawali dengan pemberian greeting card oleh panitia, sebagai tanda ucapan selamat atas diterimanya mahasiswa baru ke dalam keluarga besar mahasiswa Kimia FMIPA UNS, dan pembacaan narasi pelantikan mahasiswa baru oleh Ketua Umum HIMAMIA FMIPA UNS, A. Hafiz Arif Arafi. Selanjutnya, MC melakukan penutupan pada pukul 13.30 WIB dan diakhir dengan foto bersama yang menandai berakhirnya rangkaian kegiatan AFINITAS 2020.

[PRESS RELEASE] ANORGANIK 2020

Kegiatan ANORGANIK (Ajang Kegiatan Olahraga dan Seni Kimia) dilaksanakan selama 2 minggu mulai tanggal 23 Oktober 2020 hingga 8 November 2020 dalam bentuk rangkaian acara berupa lomba Mobile Legends : Bang Bang, catur, Gartic, cover lagu, dan video workout. Rangkaian acara yang pertama yaitu lomba Mobile Legends : Bang Bang yang diadakan pada tanggal 23 Oktober 2020, 31 Oktober 2020, dan 1 November 2020 melalui aplikasi Mobile Legends : Bang Bang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh angkatan aktif prodi kimia, yaitu angkatan 2016-2020 dengan mengirimkan minimal 5 perwakilan dari masing-masing angkatan. Hari pertama diawali dengan pengondisian panitia, wasit, dan peserta dengan sekretaris menyiapkan tautan presensi kehadiran dan liaison officer (LO) angkatan membagikan tautan tersebut kepada peserta. Jadwal pertandingan hari pertama yaitu pertandingan angkatan 2016 Vs 2017, angkatan 2018 Vs 2019, angkatan 2017 Vs 2020, angkatan 2016 Vs 2019, dan angkatan 2018 Vs 2020. Pertandingan pada hari pertama tidak dilaksanakan sesuai susunan acara yang telah dibuat  karena terjadi miss komunikasi antara wasit dengan peserta lomba, dimana wasit yang seharusnya membuat room namun dibuat oleh pemain. Selain itu, kurangnya briefing menyebabkan wasit menjadi kebingungan letak tombol memulai game serta belum saling menambahkan teman antara wasit dengan peserta menyebabkan pertandingan tidak dilaksanakan sesuai susunan acara yang telah dibuat.

Pertandingan hari kedua lomba Mobile Legends : Bang Bang pada susunan acara dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2020. Namun, dikarenakan masih ada beberapa peserta yang melaksanakan Ujian Tengah Semester maka pertandingan diundur menjadi tanggal 31 Oktober 2020. Pertandingan hari kedua ini dilaksanakan sesuai dengan susunan acara yang telah dibuat. Pemenang pertandingan hari kedua, yaitu angkatan 2016 dan 2018 yang akan bertanding lagi pada tanggal 1 November 2020 untuk penentuan pemenang lomba. Pada pertandingan angkatan 2018 Vs 2020 terjadi pelanggaran oleh angkatan 2018 dimana peraturan yang melarang digunakannya skin tetap digunakan. Pelanggaran yang terjadi belum memiliki sanksi yang jelas dan tegas. Selain itu, dari wasit dan peserta juga tidak saling mengingatkan atas peraturan yang telah disepakati. Setelah pertandingan selesai, dilakukan diskusi antara peserta dengan hasil diskusi setuju untuk dilakukan pertandingan ulang.

Pertandingan ketiga lomba Mobile Legends : Bang Bang merupakan babak final lomba Mobile Legends : Bang Bang yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2020. Pertandingan ini dilaksanakan sesuai dengan susunan acara yang telah dibuat. Angkatan yang mengikuti pertandingan final adalah angkatan 2016 dan angkatan 2018. Pertandingan dilakukan sebanyak 3 match. Hasil akhir dari lomba Mobile Legends : Bang Bang, yaitu angkatan 2018 sebagai pemenang lomba ini dengan poin match 2:1. Pemenang mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp. 100.000.

Dokumentasi Anorganik 2020 Lomba Mobile Legends

Lomba video cover lagu dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Oktober – Senin, 2 November 2020. Setiap angkatan kimia aktif wajib mengikuti lomba video cover lagu yang diunggah pada akun instagram angkatan sesuai dengan ketentuan peraturan dan ketentuan lomba yang telah dibuat panitia. Namun, terdapat beberapa kendala yang terjadi antara lain beberapa peserta lomba masih kurang paham mengenai jadwal pengumpulan lomba video cover lagu, terdapat angakatan yang tidak mengikuti cabang lomba, yaitu angkatan 2019, terdapat peserta yang melanggar peraturan, serta konsekuensi bagi pelanggaran belum dibuat oleh panitia. Peserta yang melanggar peraturan, yaitu angkatan 2017 dengan bentuk pelanggaran berupa jumlah peserta lomba dilakukan secara individu bukan kelompok. Angkatan 2017 juga terlambat mengunggah video cover lagu dikarenakan laptop yang digunakan untuk mengedit harus diservice terlebih dahulu. Dilakukan perhitungan dan dinyatakan angkatan 2018 sebagai pemenang lomba video cover lagu. Akan tetapi, pada saat pengumuman pemenang lomba, peserta memintra transparansi nilai. Ternyata terdapat kesalahan dalam penilaian yang dilakukan oleh panitia karena ketidaktelitian panitia yang mana panitia hanya menghitung jumlah likes pada kriteria autensi video. Autensi video seharusnya merupakan total jumlah likes dan komentar sesuai dengan kesepakatan saat Technical Meeting. Kemudian, dilakukan perhitungan poin ulang untuk penentuan pemenang. Saran dari kakak tingkat untuk kedepannya adalah penilaian dilakukan oleh juri yang benar-benar paham mengenai poin-poin penilaian. Kemudian, dilakukan mediasi untuk pembatalan pemenang lomba sebelumnya dengan pemenang yang baru. Hasil akhir yang diperoleh setelah perhitungan ulang dan mediasi untuk pihak yang dibatalkan kemenangannya adalah angkatan 2016 dinyatakan sebagai pemenang dengan nilai akhir tertinggi.

Lomba video workout dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Oktober – Senin, 2 November 2020. Setiap angkatan aktif Prodi Kimia wajib mengikuti lomba video workout yang diunggah pada akun instagram angkatan sesuai dengan ketentuan peraturan dan ketentuan lomba yang telah dibuat panitia. Namun, sama halnya dengan lomba cover lagu, masih terdapat beberapa kendala yang terjadi dalam keberjalanan lomba video workout. Kendala tersebut, yaitu terdapat peserta yang masih kurang paham mengenai jadwal pengumpulan lomba Video Workout yang menyebabkan keterlambatan dalam mengunggah video. Dalam hal ini, angkatan 2017 terlambat dalam mengunggah video workout dikarenakan laptop yang digunakan untuk mengedit harus diservice terlebih dahulu. Selain itu, terdapat angkatan yang tidak mengikuti cabang lomba ini, yaitu angkatan 2019 sehingga dikenakan denda. Dilakukan penilaian berdasarkan autensi video dengan menjumlah total likes dan komentar pada video yang telag diunggah dan dinyatakan angkatan 2016 sebagai pemenang lomba video workout.

Lomba catur dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 7 November 2020 dan 8 November 2020. Kegiatan ini diikut oleh satu perwakilan mahasiswa aktif prodi Kimia dari masing-masing angkatan 2016-2020. Hari pertama, yaitu tanggal 7 November 2020 pertandingan dilaksanakan sesuai dengan susunan acara yang telah dibuat. Saat kegiatan berlangsung, terdapat kendala pada aplikasi catur yang digunakan saat peserta mengundang peserta lainnya. Namun, hal tersebut tidak membuat jadwal menjadi mundur. Jadwal pertandingan hari pertama beserta hasil dari masing-masing pertandingan, yaitu pertandingan angkatan 2016 Vs 2017 mengalami remis, pertandingan angkatan 2018 Vs 2019 dimenangkan oleh angkatan 2018, pertandingan angkatan 2016 Vs 2020 dimenangkan oleh angkatan 2010, pertandingan angkatan 2017 Vs 2018 dimenangkan oleh angkatan 2018, dan pertandingan angkatan 2019 Vs 2020 dimenangkan oleh angkatan 2019.

Hari kedua lomba catur dilaksanakan pada tanggal 8 November 2020 yang terdapat pertandingan final dari dua angkatan terbaik. Kendala yang dihadapi pada hari kedua ini masih sama dengan kendala hari pertama, yaitu dalam hal mengundang peserta. Jadwal pertandingan hari kedua, yaitu pertandingan angkatan 2016 Vs 2018 dimenangkan oleh angkatan 2016, pertandingan 2017 Vs 2020 dimenangkan oleh angkatan 2020, pertandingan 2018 Vs 2020 dimenangkan oleh angkatan 2018, pertandingan 2017 Vs 2019 dimenangkan oleh angkatan 2019, pertandingan 2016 Vs 2019 dimenangkan oleh angkatan 2016, dan pertandingan final 2 terbaik. Angkatan yang mengikuti pertandingan  final 2 terbaik adalah angkatan 2016 dan angkatan 2018. Saat keberlangsungannya, pertandingan final mengalami seri atau remis sehingga pertandingan harus diulang dan jadwal pertandingan menjadi  tidak sesuai dengan susunan acara. Pengulangan pertandingan final dilaksanakan di malam hari pada hari yang sama. Hasil akhir lomba catur dimenangkan oleh angkatan 2018 dengan perwakilan Agung Prakoso. Pemenang mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp. 50.000.

Dokumentasi Anorganik 2020 Lomba Catur

Lomba Gartic dilaksanakan pada tanggal 8 November 2020 sebelum pelaksanaan lomba catur. Lomba Garrtic diikuti oleh 2 orang perwakilan dari masing-masing angkatan mahasiswa aktif Prodi Kimia, yaitu angkatan 2016-2020. Pertandingan semua angkatan dilakukan pada satu hari ini. Pertandingan dimulai tidak sesuai dengan susunan acara. Saat pertandingan berlangsung, terdapat peserta yang terkendala sinyal, yaitu angkatan 2017 dan angkatan 2016 yang menyebabkan poin peserta tersebut terhapus dan terulang dari awal. Namun, pertandingan tetap dilanjutkan. Saran yang diberikan untuk panitia, yaitu saat pertandingan sebaiknya direkam agar terdapat bukti poin yang memudahkan panitia untuk merekap poin-poin peserta. Hasil akhir lomba Gartic dimenangkan oleh angkatan 2019 dengan perwakilan Kharisma Nur’alfi Syaharani dan Salwa Salsabila. Pemenang mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp. 50.000.

Dokumentasi Anorganik 2020 Lomba Gartic

Gapai Ilmu Hingga Negeri Jerman

Hallo readers!! Kali ini ada cerita menarik bersama kakak kita yang akrab disapa Rujito. Disini, kita akan sharing mengenai kuliah di Leipzig, Jerman. Cerita menariknya dimulai dari awal bagaimana Rujito melanjutkan studinya di Jerman. Pada awalnya Rujito sudah mendaftar untuk tes CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), namun jadwal untuk melaksanakan tes tersebut bersamaan dengan penghargaan peneliti muda MERCK Young Scientist Award 2018  yang ia ikuti. Laki-laki alumni UNS ini sudah mencoba menemui panitia tes CPNS untuk menjadwalkan ulang untuknya, namun tetap tidak bisa. Rujito memutuskan untuk mengikuti MERCK Young Scientist Award karena menurutnya penuh tantangan dan ia berhasil menjadi salah satu finalis.

Setelah batal mengikuti  tes CPNS, Rujito mencoba mencari pekerjaan lain, namun belum berhasil. Saat itu, secara kebetulan, Universitas Leipzig sedang membuka beasiswa untuk calon doktor yang berprestasi selama 1 tahun yaitu beasiswa Erasmus+. Rujito mencoba mendaftar beasiswa tersebut dan diterima. Karena beasiswa ini untuk 1 tahun, Rujito harus mencari beasiswa untuk melanjutkan S3. Rujito berhasil mendapat beasiswa melalui beasiswa DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst).Ketika seleksi beasiswa DAAD, Rujito mempunyai cerita sendiri. “Aku dapet jadwal interview paling terakhir. 2 ruangan disiapkan untuk kategori sains dan sosial, umumnya interview dilakukan selama 10-15 menit. Karena aku jadi saksi saat ngeliat semua para pendaftar keluar ruangan mukanya pucet, gelisah, resah, gak yakin sama interviewnya. Itu ngebuat aku makin deg-deg an dan cemas” cerita Rujito.  Waktu interview tiba, setelah melewati pertanyaan-pertanyaan dengan lancar, Rujito diberitahu oleh seorang koordinator acara bahwa ia berada di posisi pertama dan dari Indonesia ada 5 orang yang juga lolos. Keren!

Saat beradaptasi di tempat baru tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Cara Rujito beradaptasi di Jerman sesuai dengan motto hidupnya, yaitu ia tidak mati-matian mengejar hal yang tidak dibawa mati. Motto itulah yang menjadi pegangannya ketika beradaptasi di Jerman. Menurutnya, cara beradaptasi masing-masing orang berbeda-beda. Rujito sendiri mengaku sudah terbiasa ketika menempuh studinya di UNS yang juga jauh dari asalnya. Kebutuhan sehari-harinya di Jerman sudah tersedia dengan mudah, misalnya transportasi yang sudah masuk dalam biaya semesternya, jadi tidak perlu ragu jika ingin naik bus, tram, dan kereta.

Kendala yang dialami mahasiswa Leipzig ini pada awal-awalnya adalah bahasa sehari-hari, karena sebagian besar orang tua di Jerman kurang bisa berbahasa Inggris. Selain itu, kendala mengenai kesulitan beribadah, karena di Jerman tidak ada adzan sehingga jika akan beribadah harus izin ke professor atau supervisornya. Selain itu, mengenai makanan halal juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Selama menjalani kuliah di Jerman, Rujito tidak hanya berkuliah, ia aktif dalam beberapa kegiatan. Kegiatan yang ia ikuti antara lain, Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI. Di PPI ini ia berpartisipasi dalam berbagai kegiatannya seperti ramah tamah dan  kumpul bareng dengan seluruh orang Indonesia yang berada di Leipzig terutama. Selain itu, Rujito juga mengikuti komunitas seperti komunitas muslim Leipzig dan earthling. “Komunitas muslim Leipzig, kebetulan di Leipzig itu pelajarnya ada ustadz dari gontor sama novelis terkenal Habiburahman el shirazy, yang nulis ayat-ayat cinta. Jadi kita sering ngelakuin pengajian, kajian-kajian yang bermanfaat biar tidak luntur keimanan kita. Kalau earthling sebenernya komunitas global, dari seluruh penjuru dunia. Kebetulan aja yang earthling_id itu dibuat dari pelajar yang ada di jerman. Kegiatannya macam-macam, dari ngadain perlombaan dengan bekerjasama dengan KBRI Berlin, ngadain diskusi ringan seputar SDG dan campaign-campaign yang sekiranya mampu meningkatkan awareness tentang pentingnya menjaga lingkungan” ujar Rujito.

Masalah utama pelajar di sana, dalam mencari pekerjaan part time sangat mudah dan penghasilannya minimal 450 Euro per bulan. “Jadi pelajar pelajar yang disini jadi mudah terdistraksi dari kewajiban utamanya yaitu belajar. Dari 2016 aku disini, aku baru kenal 2 temen aku yang baru selesai kuliahnya, yang lain kebanyakan udah kandas ditengah jalan dan harus balik habis ke Indonesia dengan tangan hampa karena fokusnya terbagi”. Tidak sedikit dari mahasiswa Indonesia yang fokus belajarnya terbagi, sehingga kuliahnya berantakan dan nilainya buruk yang dapat berakibat DO atau drop out.

Setiap orang pasti mengalami yang namanya penat dan stress, Begitu pula yang dialami Rujito. Ia juga pernah mengalami stress akibat dikejar deadline dan diomelin. Dalam mengatasi hal tersebut, Rujito menghibur dirinya dengan melakukan hobi-hobinya. “olahraga itu penting sih buat ngejaga keseimbangan jasmani dan rohani wkwkw, makanya aku suka futsal sama sepedaan, apalagi kalo sepedanya nemu gratis wkkwk” ungkap Rujito.

Setelah menjalani kuliah di Leipzig, menurut Rujito kekurangan kuliah disana yaitu ada beberapa fasilitas yang kurang mendukung untuk pelajar muslim, dimana di kampusnya tidak ada tempat solat dan tempat wudhu. Namun, untuk makanan halal dan masjid tidak perlu khawatir. Di Leipzig banyak masjid dan ada kampung arab jadi tidak perlu cemas apalagi gelisah. Lantas untuk kelebihannya sangatlah banyak. Seperti pendidikan disana hampir gratis dengan fasilitas yang tidak perlu diraguin. Kita juga tau kalau Jerman itu penghasil paten terbanyak di dunia, penemuan-penemuan, ahli-ahli dibidangnya sudah kelihatan dari jaman dahulu.  “Aku dulu baca-baca jurnal buat skripsi aku, eh tiba-tiba sekarang bisa ketemu langsung didepan mata sebagai profesor utama aku. Gak nyangka wkwkw. Jadi wajar aja kalo setiap universitas di Jerman itu fasilitasnya lengkap dan memuaskan. Ambil contoh di kampus aku, semua alat karakterisasi ada lengkap, gak perlu takut buat mati lampu atau rusak” kata Rujito.

Foto Rujito Sesariojiwandono Ridho Suharbiansah saat berada di Leipzig, Jerman

Siapa nih yang kepengen kuliah di Jerman? Menjadi pelajar di jerman akan membuka peluang beasiswa makin lebar, salah satu keuntungan bisa kuliah di luar negeri, bisa memiliki personal branding lebih sehingga menjadi kesempatan untuk memperluas karir secara akademik maupun non akademik jadi lebih besar.

Oke readers, sepertinya telah usai nih cerita dari Rujito. Eitss, tunggu dulu.. rasanya tak lengkap kalau belum mendapatkan pesan hangat dari kakak kita ini. Kini Rujito berpesan “Harus pinter-pinter membagi waktu, karena yang kamu lakukan saat ini akan menentukan 4 tahun lagi dari sekarang. Kuliah itu gak cuma sekedar mencari nilai, duduk didepan laptop, nyontek bareng bareng. Kuliah itu salah satu jalan untuk memperluaskan kemampuan akademik maupun non akademik yang bakal kamu gunain nanti di kehidupan nyata. Gak usah mati-matian untuk mengejar hal yang tidak dibawa mati” pesan hangat Rujito. Tak terasa sudah waktunya kami untuk pamit. Semoga apa yang kami berikan ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Ikan Hiu pergi ke KUA, Sampai Jumpa semua!!

Oleh:

Desy Nila Rahmana (M0319016)

Nisrina Rahma Firdausi (M0319054)

Kuliah Sambil Kerja, Kenapa TIDAK??

Kata orang, kuliah jangan cuma kuliah, jangan cuma sekadar belajar mata kuliah. Setelah kemarin kita bahas kuliah sambil berorganisasi, kali ini ada mahasiswa Kimia UNS yang kuliah sambil kerja. Belum lulus kuliah, tetapi udah kerja. Mantab banget bukan? Yuk-yuk, simak artikel kali ini!

Kali ini bersama M. Zola Erlangga yang biasa dipanggil Zola ini merupakan mahasiswa semester 5 yang kini menjalani kuliahnya sambil bekerja. Awal pertama kali masuk ke dunia kerja, Zola menjadi penjaga outlet es krim di sebuah mall di Solo, sedangkan yang sekarang sedang ia tekuni adalah freelance sebagai wedding organizer dan barista. Pada awalnya Zola berpikir untuk bekerja yang penting dapat uang, tapi sekarang justru berubah pikiran karena menurutnya seru karena bisa bertemu banyak orang yang punya achievement di bidang masing-masing. Bisa bertemu customer yang kerja di perusahaan besar dan punya cerita menarik di balik kesuksesannya. Hal inilah yang menjadi sisi menarik dari bekerja menurut Zola. Selain itu, mengubah mindsetnya yang dulu bekerja untuk mencari uang, sekarang juga untuk mencari ilmu dan relasi.

Tentunya bekerja juga butuh akan perjuangan. Saat menjadi barista, Zola harus belajar dahulu cara membuat kopi. Cara belajar Zola dengan sharing bersama temannya yang telah berpengalaman, nonton melalui Youtube, Instagram ataupun media yang lainnya. “Sharing sama temen, dari Youtube, Instagram atau apapun yang bisa dipelajari” cerita Zola.

Selama menjadi barista, banyak ilmu yang Zola dapatkan, mulai dari ilmu tentang dunia kopi, ilmu managemen kopi, dan ilmu mengenai resep kopi. Sementara itu, ilmu yang Zola dapat selama menjadi wedding organizer yaitu, cara memberikan service untuk orang lain dan bagaimana tetap menjaga mood baik meskipun di belakang layar ada masalah lain, serta ilmu bagaimana agar tidak mudah panik saat menghadapi sesuatu. Ilmu-ilmu tersebut menurutnya sederhana, namun sangat berguna

Kuliah sambil bekerja tentunya ada pembagian antara keduanya. Cara membagi waktu untuk kuliah dan bekerja menurut Zola yaitu, tugas kuliah dikerjakan di waktu senggang, karena jika waktunya dibagi-bagi akan menjadi tidak fokus ketika tiba-tiba ada orderan. Menurutnya, Zola hanya perlu melakukan yang terbaik untuk semua tugas dan masalahnya, karena apa yang menjadi milik kita tidak akan tertukar. “Yang penting itu “do the best“. Semua yang sudah jadi milik kita, gak bakal dimilikin orang lain. Doi sekalipun, hahaha” ungkap Zola.

Menjalani kuliah sambil bekerja tentunya ada perasaan jenuh dan lelah. Namun, itu semua dapat diatasi Zola dengan menenangkan pikiran, misalnya dengan mengelilingi Solo. “Jenuh karena haus akan ilmu iyaa, capek fisik iya. Tapi itu bisa kok disehatin dengan menenangkan pikiran, muterin solo aja udah cukup” kata Zola. Seorang Zola ini cukup tenang dalam menghadapi masalah yang menimpanya. Menurutnya masalah pasti akan ada terus, tinggal kita jalani saja. “Sederhananya gini lhoo, ujian itu udah pasti adanya, yang penting lakuin persiapannya. Masalah pun juga gitu, selalu ada, gak mungkin engga ada. Yaudah balik lagi ke pikiran tadi, menganggap itu masalah biasa atau luar biasa” tambah Zola.

Mikirin masalah mulu, nggak akan ada habisnya. Kita juga perlu meluangkan waktu untuk yang lainnya. Misalnya meluangkan waktu untuk hobi kita. Disela-sela kesibukannya Zola juga masih sempat untuk melakukan hobi. Karena sesibuk apapun, hobi pasti akan dilakukan. Dalam hal ini, Zola memiliki hobi membuat konten, fotografi dan design yang bagus-bagus dan menarik. Penasaran? Bisa nih, langsung mampir ke instagram Zola.

Sudah sampai dipenghujung cerita nih, rasanya kurang lengkap kalau belum ada pesan special dari orang yang special. “Do the best buat segala hal yang kalian lakukan dalam berproses meraih asa. Asa tiap orang berbeda, jadi prosesnya pun gak selalu sama. Mimpi kalian sendiri yang tentukan, proses kalian sendiri yang jalani, resiko kalian sendiri yang tanggung. Cuman gak ada salahnya buat kalian mencari orang yang punya asa sama biar kalian gak sendiri dan gak ada salahnya mencari motivasi buat semuanya” Pesan hangat Zola. Semoga kita semua bisa menggapai mimpi kita dengan cara kita masing-masing. Sepertinya kami harus pamit dulu, bye bye readers.. sampai jumpa di artikel selanjutnya!!

Oleh:

Desy Nila Rahmana (M0319016)

Nisrina Rahma Firdausi (M0319054)

[PRESS RELEASE] National Scientific Essay Competition (NSEC)

Dokumentasi National Scientific Essay Competition

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga kami mampu melaksanakan acara National Scientific Essay Competition (NSEC) pada tahun ini. Banyaknya mahasiswa yang mendaftar berjumlah 52 yang terbagi dalam 28 kelompok dimana setelah melalui tahap penjurian akan dipilih 10 besar finalis yang nantinya akan melakukan presentasi pada tanggal 19 September 2020 dan yang akan dipilih menjadi 3 besar sebagai juara umum serta 1 kelompok untuk best presentation.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama 19 September 2020 dengan persiapan pada pukul 07.00 WIB untuk mengecek kesiapan presentator dan MC oleh sie acara. Setelah itu, menunggu semua finalis masuk pada pukul 07.50 WIB dan acara pun dimulai. Untuk penilaian pada tahap ini, panitia meminta kesediaan dari beberapa dosen untuk penjurian yaitu dari Candra Purnawan S.Si., M.Sc., Dr. Khoirina Dwi N., S.Si., M.Si., Ardhi Wijayanto, Edi Pramono, S.Si., M.Sc, dan Dr. Ahmad Pramono. Namun, pada tahap penilaian akhir ini yang hadir hanya pak Ahmad Pramono, Ardhi Wijayanto, dan Dr. Edi Pramono, S.Si., M.Sc.

Acara dimulai dengan pembacaan CV (curriculum vitae) dari para juri (Dr. Edi Pramono, Ahmad Pramono, Ardhi Wijayanto) pada pukul 07.50 WIB. Kemudian, acara dilanjutkan dengan presentasi pertama pada pukul 08.00 WIB dari kelompok Piece Maker dengan anggotanya yaitu Jodii Arlan Kurnia dan Abdi Malik Rahardjo yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang dengan judul “Food Guiding and Controlling for Healthy (Ficforty) : Aplikasi Kuliner Berbasis Android untuk Pencegahan dan Rehabilitasi Penderita Metabolic Syndrome demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri kepada finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan pertama selesai pada pukul 08.25 WIB dan dilanjut dengan presentasi finalis urutan kedua.  Presentasi urutan kedua dilaksanakan pada pukul 08.25 WIB dari kelompok Magnesibarium dengan anggota kelompok yaitu Bagus Indra Suwaji dan Nurul Hidayah yang berasal dari Universitas Sebelas Maret dengan judul “Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Dasar Sintesis Komposit Reduced-Graphene/Silver Nanoparticles (rGO/AgNPs) dengan Reduktor NaBH4 yang Diaplikasikan Untuk Material Sistem Penghantar Obat” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri kepada finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan dua selesai pada pukul 08.50 WIB dan dilanjut dengan presentasi finalis urutan ketiga. Presentasi urutan ketiga dilaksanakan pada pukul 08.50 WIB dari kelompok UNNES dengan anggota kelompok yaitu Janahtan Firdaus dan Sri Widowati yang berasal dari Universitas Negeri Semarang dengan judul “Indonesia Maju Daulat Energi Melalui Power Plant Microhydro at Skyscrapers (POPES): Inovasi Instalasi Pembangkit Listrik pada Gedung Bertingkat Berbasis Air Limbah sebagai Penerapan Green Renewable Energy Guna Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri ke finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan ketiga selesai pada pukul 09.15 WIB dan dilanjut dengan presentasi finalis urutan keempat. Presentasi urutan keempat dilaksanakan pada pukul 09.15 WIB dari kelompok SITANI dengan anggota kelompok yaitu Riska Ayu Febriana dan Muhammad Farrad yang berasal dari Universitas Brawijaya dengan judul “SiTani: Accounting Apps For Help Farmers to Increase Farming Efficiency” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri ke finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan keempat selesai pada pukul 09.40 WIB dan dilanjut dengan presentasi finalis urutan kelima. Presentasi urutan kelima dilaksanakan pada pukul 09.40 WIB dari kelompok Chemikerin dengan anggota kelompok yaitu Muharom Bagaskara dan Jeesica Hermayanti Pratama yang berasal dari Universitas Sebelas Maret dengan judul “Analisis Potensi Smart-Membrane Hibrida P-Mof (Pvdf/Mof) sebagai Filtrasi Zat Warna dan Adsorpsi Logam Berat” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri ke finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan kelima selesai pada pukul 10.05 WIB dan dilanjut dengan presentasi finalis urutan keenam. Presentasi urutan keenam dimulai pada pukul 10.05 WIB dari kelompok Thorium dengan anggota kelompok yaitu Dean Hidayat dan Sofia Aulia Mukhsin yang berasal dari Universitas Sebelas Maret dengan judul “Produksi Cepat B-Mj (Biodiesel Berbasis Minyak Jelantah) dengan Iradiasi Microwave dan Kan-M (Karbon Aktif Nanomagnetik) dari Limbah Ampas Kopi” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri ke finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan keenam selesai pada pukul 10.30 WIB dan dilanjutkan dengan presentasi finalis urutan ketujuh. Presentasi urutan ketujuh dimulai pada pukul 10.30 WIB dari kelompok RANANA dengan anggota kelompok yaitu Millenia Trias Puspa Rukmi dan Alfinza Aulia Sholikin yang berasal dari Universitas Sebelas Maret dengan judul “(RANANA CHEWY): Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja dan Daun Meniran sebagai Permen Imunomodulator Dalam Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 pada Anak” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri ke finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan ketujuh selesai pada pukul 10.55 WIB dan dilanjutkan dengan presentasi finalis urutan kedelapan. Presentasi urutan ke dimulai pada pukul 10.55 WIB dari kelompok SILwerage team dengan anggota kelompok yaitu Reza Mochammad Fattah dan Noor A’fiana Desyani yang berasal dari Institut Pertanian Bogor dengan judul “G-Apartment : Apartemen Ramah Energi Berbasis Anaerobic Membran Bioreactor Sebagai Solusi Pengolahan Green Elecrticity Berkelanjutan Guna Mendukung Program Green Renewable Energy” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri ke finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan kedelapan selesai pada pukul 11.20 WIB dan dilanjutkan dengan presentasi finalis urutan kesembilan. Setelah presentasi urutan kedelapan, MC menunda presentasi urutan selanjutnya dan dilanjutkan dengan acara ishoma dan akan dimulai lagi presentasi pada urutan berikutnya pada pukul 13.10. Presentasi urutan kesembilan dimulai pada pukul 13.10 WIB dari kelompok Deadliner dengan anggota kelompok yaitu      Muhammad Farras Nur Aslam dan Nasywa Nur Fathiyah yang berasal dari Universitas Indonesia dengan judul “Real Time WhatsApp Bot E-Queue: Alternatif Solusi untuk Mengefisiensikan Waktu Tunggu Pasien di Rumah Sakit” selama 15 menit dan dilanjutkan tanya jawab dari juri ke finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan kesembilan selesai pada pukul 13.35 WIB dan dilanjutkan dengan presentasi finalis urutan kesepuluh. Presentasi urutan kesepuluh dimulai pada pukul 13.35 WIB dari kelompok LULUS2021 dengan anggota kelompok yaitu Adelina yang berasal dari Universitas Gadjah Mada dengan judul “EYESEE – Aplikasi Berbasis Mobile Guna Mempermudah Tunanetra Bekerja Sebagai Implementasi Machine Learning” selama 15 menit dan dilanjut tanya jawab dari juri ke finalis selama 10 menit. Presentasi dan tanya jawab finalis pada urutan kesepuluh selesai pada pukul 14.00 WIB. Rangkaian acara hari pertama pun selesai dengan ucapan terimakasih kepada peserta serta juri yang telah berpartisipasi dalam tahap penilaian final ini.

Kemudian, acara dilanjutkan pada hari kedua. Acara hari kedua dimulai dengan briefing dari panitia yang dipimpin oleh Nala Ridhwanul Muizzah. selaku koordinator sie acara pada pukul 07.30 WIB dan dilanjutkan dengan persiapan dan share presensi pada grup finalis. Acara dilanjutkan pada pukul 08.10 WIB dengan pembukaan oleh Muhammad Farhan selaku MC kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan hingga pukul 08.40 WIB. Sambutan yang pertama dilakukan oleh Hafid Nur Himawan selaku ketua panitia. Kemudian dilakukan sambutan kedua oleh Abdul Hafizh Arif Arafi selaku ketua umum HIMAMIA FMIPA UNS periode 2020. Lalu, dilanjutkan sambutan oleh Drs. Harjana, M.Si, M.Sc., Ph.D. selaku dekan FMIPA UNS. Lalu dilanjutkan sambutan oleh Dr. Abu Masykur S.Si., M.Si. selaku kepala program studi kimia FMIPA UNS. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan CV moderator oleh MC dan dilakukan bincang-bincang kepada finalis NSEC yang dipimpin oleh MC. Setelah itu, dilakukan pengumuman juara lomba esai. Yang menjadi juara 1 adalah Thorium dengan anggota kelompok yaitu Dean Hidayat dan Sofia Aulia Mukhsin yang berasal dari Universitas Sebelas Maret, juara ke 2 adalah kelompok Deadliner dengan anggota kelompok yaitu    Muhammad Farras Nur Aslam dan Nasywa Nur Fathiyah yang berasal dari Universitas Indonesia, dan juara ke 3 adalah kelompok Piece Maker dengan anggotanya yaitu Jodii Arlan Kurnia dan Abdi Malik Rahardjo yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang. Juara 1, 2, dan 3 mendapatkan medali, uang pembinaan, dan sertifikat. Pemenang best presentation adalah kelompok Thorium dengan anggota kelompok yaitu Dean Hidayat dan Sofia Aulia Mukhsin yang berasal dari Universitas Sebelas Maret. Pemenang best presentation akan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan. Untuk pengiriman sertifikat dan uang pembinaan ini akan dilakukan menyusul.

Setelah pengumuman pemenang selesai, dilakukan penyampaian kesan pesan oleh pemenang dan dilanjutkan dengan dokumentasi pemenang. Setelah itu dilanjutkan webinar sesi 1. Webinar sesi 1 dimulai pada pukul 10.15 WIB dengan pembacaan CV selama 5 menit pembicara oleh moderator dengan pembicara Dr. Tasdiyanto, S. P., M. Si. Materi webinar bertema “Penerapan Sains dan Teknologi sebagai Aksi Penyelamatan Lingkungan Akibat Pencemaran” dimulai pukul 10.20 WIB  yang berdurasi selama 30 menit hingga pukul 10.50 WIB dan dilanjutkan tanya jawab selama 10 menit. Kemudian, dilanjutkan dengan penutupan moderator dan pengambilalihan MC pada pukul 11.05 WIB – 11.10 WIB dan dilanjutkan dengan kegiatan ishoma hingga pukul 12.30 WIB. Pada pukul 12.30 WIB dilanjutkan dengan acara pembukaan oleh MC dan pengambilalihan oleh moderator hingga pukul 12.35 lalu dilanjutkan dengan webinar sesi 2. Webinar sesi 2 dimulai pada pukul 12.35 WIB dengan pembacaan CV selama 5 menit pembicara oleh moderator dengan pembicara Dr. Ing. Muhammad Abdul Kholiq, M. Sc. Materi webinar bertema “Penerapan Green Renewable Energy Sebagai Peningkatan Efisiensi dan Penyediaan Akses Energi yang Berkelanjutan” dimulai pukul 12.40 WIB yang berdurasi selama 50 menit hingga pukul 13.30 WIB dan dilanjutkan tanya jawab selama 15 menit dan dilanjutkan sesi dokumentasi webinar sesi 2. Kemudian, acara diakhiri dengan penutupan oleh MC.

Jejak Pengalaman yang Tidak Bisa Terbeli

Ada pepatah mengatakan, guru terbaik adalah pengalaman. Setiap orang memiliki pengalaman yang akan membentuk jati diri seorang manusia. Ngomongin pengalaman, pengalaman apa yang sangat berkesan bagi kalian? Disini kami akan menceritakan sebuah pengalaman yang luar biasa dari salah satu mahasiswa Kimia FMIPA UNS. Dia bernama Dendy, yang merupakan mahasiswa angkatan 2017. Dia  memilih Kimia FMIPA UNS sebagai pijakan langkahnya karena dia merasa enjoy saat belajar Kimia. Hal itu dibuktikan dengan Dendy yang merasa betah saat kuliah, kegiatan berorganisasi dan dapat menyempatkan waktu main selama di Kimia.

Namun, berkuliah di Kimia tentunya tidak berjalan begitu-begitu saja. Ada masa-masa berat yang dirasakan setiap orang. Menurut Dendy, saat semester 3 dan 4 ia mampu menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi. Namun saat semester 5, lebih fokus ke organisasi. Di tiap-tiap semester pasti ada cerita yang berkesan. Perjuangan sangat terasa di semester 3, karena menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi. Ada banyak materi kuliah baru di semester ini. Mata kuliah yang cukup sulit dan butuh perjuangan untuk bisa lulus mata kuliah tersebut. Ada 3 praktikum di semester 3 yang tidak mudah untuk dilewati. “Kalau gagal paling gak dapet hasil aja sih praktikumnya, misal di organik itu kan banyak destilasi, bisa aja gak dapat destilat. Atau hasil KLT nya gak sesuai, spotnya banyak. Kalau di anorganik sih yang paling sering gak dapet hasil, terutama pas bikin garam mhor. Di angkatanku yang dapet kristalnya juga gak banyak. Tapi di angkatan 2018 banyak yang dapet garam mhornya, keren-keren mereka. Paling inhall pretes terus adanya wkwk apalagi analit.” kata Dendy.  

Selama di Kimia tentunya Dendy ada cerita pengalaman yang berkesan. “Yang paling berkesan itu karena padat dengan praktikum, kuliah dan organisasi.Jadi bener-bener kerasa strugglenya. Begadang terus tiap malam, ngatur waktu sebaik dan seefektif mungkin, main seperlunya, dan jadi disiplin. Alhamdulillah karena saya jalanin dengan penuh keikhlasan, gak ngeluh gak sambat, akhirnya jadi ngalir aja. Totalitas dan loyalitas ke kuliah dan organisasi atau ke tempat yang butuhin saya. Hasilnya juga lumayan, gak jelek-jelek amat. Bersukur saya, kegiatan berjalan nilai juga aman,” tutur Dendy.

Dendy juga termasuk mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi. Dendy pernah menjadi bagian dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FMIPA selama 1 tahun dan menjadi bagian dari HIMAMIA (Himpunan Mahasiswa Kimia) selama 2 tahun. Dendy tertarik untuk bergabung di BEM karena merasa ingin berguna dan terjun untuk masyarakat serta memberikan kontribusi untuk pemerintah. Sedangkan saat bergabung dengan HIMAMIA, karena merasa sebagai anak Kimia wajib untuk menyukseskan dan ikut serta menjadi bagian dari prodi sendiri yang sudah seperti rumah. Saat menjadi anggota BEM, Dendy menjadi bagian dari Kementrian Sosma. Dendy awalnya ingin masuk di Kementrian Kastrat (Kajian Strategis) namun dalam keberjalanannya, ia justru bersyukur menjadi bagian dari Sosma BEM. Di Sosma hampir tiap minggu datang ke dusbin (dusun binaan) untuk mengajar TPA(Taman Pendidikan Al-Qur’an). “Lewat kegiatan-kegiatan Sosma, khususnya dengan dusbinnya menambah rasa kepekaan dan kepedulian saya terhadap masyakarat dan anak-anak. Terus kalau secara umum saya lumayan cukup aktif di BEM, walaupun di grup besar jarang nongol. Diskusi dan kegiatan di luar kementrian saya ikut. Pernah ikut aksi juga di rektorat, ikut konsolidasi untuk menambah pemahaman dan kekritisan saya juga. Sampai dulu di akhir periode sempat diajak maju buat jadi calon. Selama di BEM juga berkesempatan buat lebih mengenal fakultas. Terus cakupan relasinya juga jadi sefakultas. Lebih tau dan bakal banyak obrolan dengan anak-anak dari prodi lain. Bisa menambah perspektif kita” cerita Dendy.

Nah, kalau sisi cerita saat ber-HIMAMIA ini menurut Dendy “nano-nano” banget. Menurutnya, selama periode akhirlah yang penuh dengan perjuangan. “Nah hari-hari selama periode akhir itu selalu penuh perjuangan bagi saya. Setiap hari pasti ada kegiatan selain kuliah. Entah sebatas rapat sie atau kenalan dengan adik tingkat. Sehari dulu mungkin hanya tidur 2-4 jam malamnya. Malah kadang saya suka skip kelas buat istirahat atau ngerjain tugas. Terus weekendnya saya ngindis. Kebetulan di BEM MIPA juga dulu diminta buat megang kegiatan yang waktunya panjang juga (sebulan). Jadi sehabis osjur selesai saya langsung gas ngurus kegiatan yang namanya FLS itu. Nah sebelum osjur selesai dan kegiatan fls itu dimulai kan butuh persiapan, persiapannya juga berbarengan sama osjur itu. Jadi bagi saya hampir gak ada waktu liburnya. Makanya saya sebut perjuangan dan berkesan banget. Saya harus bertahan dan terus berjalan. Kalau saya jatuh atau malas sedikit, kuliah dan kegiatan bisa berantakan. Disiplin dan yakin adalah kunci. Selalu optimis dan total ngejalaninnya” Ungkap Dendy.

Pada periode kedua di HIMAMIA, Dendy menjadi Ketua Umum HIMAMIA 2019. Pastinya, saat menjadi Ketum tantangannya lebih berat daripada saat jadi staff. “Beberapa mirip sama waktu jadi staff. Namun karena udah jadi ketum, tanggung jawabnya lebih. Perannya lebih banyak. Mengkoordinasi,  mengarahkan, memantau, dan terakhir membersamai PHT dan staffku. Bener-bener harus bagi waktu, belajar buat disiplin dan profesional. Waktunya kuliah fokus kuliah, waktunya organisasi fokus organisasi, waktunya nugas, fokus nugas. Waktunya dibagi sesuai kebutuhan. Jadi aku gak ada alasan, kuliahku berantakan karena organisasiku dan organisasiku beratankan karena kuliahku. Lewat himamia aku jadi lebih kenal sama dosen-dosen alhamdulillahnya. Aku juga ngerasa jadi lebih berani dan lebih pede bicara sama dosen” Cerita Dendy.

Benar-banar pengalaman yang luar biasa ya? Nah motivasi yang membuat seorang Dendy menjadi pribadi yang kuat ini adalah “Ada yang mengeluh, ingin gugur dan jatuh, lalu dia berkata LELAH. Ada yang lelah, tubuhnya penat, tapi semangatnya kuat, dan berkata LILLAH”. Menurut Dendy ia harus mampu memotivasi dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. “Orang yang bisa memotivasi diri sendiri itu orang yang hebat menurut saya. Bahkan mereka tidak mudah didorong oleh uang atau gelar. Ambisi pribadilah yang membuat mereka tetap optimis. Ini juga yang membuat mereka selalu berenergi dan persisten dengan usaha mereka sampai tercapai. Makanya saya selalu berusaha optimis, yakin, dan positif thinking biar semakin jauh dengan yang namanya ngeluh dan gak bersyukur”  tutur Dendy.

Tapi saat Dendy jadi ketum, dia juga masih sempat menonton film loh. Dia juga jarang bosen dalam berorganisasi. “Tapi kebetulan saya emang jarang bosen kalau dalam berorganisasi. Mungkin karena saya selalu enjoy dan nothing to lose. Saya kan punya hobi nonton film, ya. Nah tiap minggu tuh pasti saya sempetin buat nonton juga di sela waktu kosong saya. Saya sempetin lah jatuhnya. Menjadi ketua bukan berarti harus menghilangkan hobi dan kebiasaanmu”. Kata Dendy. Ternyata seorang ketum, masih sempat nonton film ya, hehe. Kalian sempet nonton gak nih?

Dendy merupakan sosok pribadi yang kuat, memiliki prinsip hidup, dan mampu membagi waktunya. Dalam hal ini jejak Dendy dapat sebagai motivasi diri untuk menjadi pribadi yang kuat dan menjadi lebih baik lagi. Pada kesempatan ini, Dendy juga memberikan sebuah kata-kata motivasi untuk kita semua. “Kuliah bukan hanya tentang mencari nilai. Ada lebih dari itu! Cari dan temukanlah bagi kalian yang lebih berharga dari sekedar nilai itu sendiri. Asah dan terus isi diri dengan yang bermanfaat serta jangan lupa untuk selalu rendah hati. Sebab semesta akan meninggikan orang-orang yang merendahkan hatinya” pesan Dendy. Demikian cerita dari Dendy, tetap semangat kuliahnya!

Oleh

Desy Nila Rahmana (M0319016)

Nisrina Rahma Firdausi (M0319054)

[PRESS RELEASE] HIMAMIA MENGABDI “ASPIRIN”

Dokumentasi Penyaluran Donasi Himamia Mengabdi 2020

Kegiatan HIMAMIA Mengabdi dilaksanakan dalam bentuk rangkaian acara berupa kelas online dan penyuluhan mingguan, penyuluhan puncak, serta donasi untuk desa Ngringo. Rangkaian acara pertama yaitu kelas online yang diadakan pada hari Senin-Jumat tanggal 17 Agustus-11 September 2020 melalui WhatsApp Group. Kegiatan ini diikuti oleh siswa SD dan SMP dengan rata-rata setiap harinya terdapat 4-7 siswa dari 24 peserta yang mengikuti kelas online. Kelas online dimulai dengan mengirim link presensi dan pembukaan pada pukul 14.00 WIB oleh penanggung jawab masing-masing. Kegiatan selanjutnya yaitu penyampaian materi dan diskusi pekerjaan rumah (PR) hingga pukul 15.00 WIB. Selanjutnya diberikan waktu untuk istirahat dan sholat sampai pukul 15.30 WIB. Setelah itu dilakukan kembali penyampaian materi dan diskusi pekerjaan rumah (PR) hingga pukul 17.00 WIB. Kemudian kegiatan diakhiri pada pukul 17.00 WIB. Selama keberjalanan pengajaran antusiasme siswa  masih kurang ditandai dengan sedikitnya respon siswa di grup, dan juga siswa dirasa masih malu untuk menanyakan soal secara langsung di grup. Sehingga tidak sedikit yang bertanya melalui personal chat kepada panitia. Akan tetapi, pada tanggal 31 Agustus-11 September 2020 diadakan  perubahan jadwal kelas online karena sudah memasuki waktu perkuliahan. Sehingga kelas online dimulai pada pukul 19.00-21.00 WIB.  Sistem pembelajaran di minggu ke-empat juga diubah dengan mengemas pelajaran dalam bentuk games. Sebagai contoh untuk pelajaran bahasa inggris dibuat games menemukan kata berbahasa inggris, untuk pelajaran matematika dilakukan tebak tebakan hitungan, dll.

Untuk penyuluhan  mingguan diikuti oleh warga sebanyak 25 orang dan  dilakukan selama 3 kali dengan membagikan foto dan video melalui Instagram dan WhatsApp Group. Penyuluhan minggu ke-1 dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2020 dengan tema ‘Pentingnya Menggunakan Masker’. Penyuluhan minggu ke-2 dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2020 dengan tema ‘Menghadapi New Normal’. Dan penyuluhan minggu ke-3 dilaksanakan pada tanggal 6 September 2020 dengan tema ‘Adaptasi Kebiasaan Baru’.

Rangkaian acara kedua yaitu penyuluhan puncak kepada warga Desa Ngringo melalui WhatsApp Group pada tanggal 13 September 2020 yang diikuti oleh warga Desa Ngringo sebanyak 25 orang. Acara dimulai dengan mengisi presensi dan pembukaan oleh Nurcholisa Ramadhani sebagai pembawa acara pada pukul 09.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia yaitu Nandy Isamu Hendrayana pada pukul 09.05 WIB. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum HIMAMIA yaitu Abdul Hafizh Arif Arafi pada pukul 09.10 WIB. Selanjutnya sambutan dari Kepala Program Studi Kimia FMIPA UNS yaitu Dr. Abu Masykur, S.Si., M.Si. pada pukul 09.15 WIB. Kemudian sambutan dari Ketua RT Desa Ngringo pada pukul 09.15 WIB. Dan sambutan terakhir yang disampaikan oleh Ketua RW Desa Ngringo pada pukul 09.25 WIB. Acara selanjutnya yaitu penyampaian materi mengenai Covid-19 dan sesi tanya jawab oleh Dian Nugroho, dr., M.Med.Ed. pada pukul 09.30 WIB. Kemudian penyampaian materi kedua mengenai bisnis dikala pandemi dan sesi tanya jawab oleh Dr. I.F. Nurcahyo, S.Si., M.Si. pada pukul 10.15 WIB. Selanjutnya dilakukan penutupan acara dan dokumentasi kegiatan berupa screenshoot pesan pada pukul 11.00 WIB. Tetapi dalam pelaksanaannya acara ini mundur dari jam yang telah ditentukan yaitu berakhir pada pukul 11.30 WIB.

Rangkaian acara terakhir yaitu penyaluran donasi kepada desa yang terdampak Covid-19 yakni Desa Ngringo berupa sembako sejumlah 50 bungkus. Acara dimulai dengan persiapan menuju Desa Ngringo pada pukul 15.00 WIB. Kemudian dilakukan perjalanan menuju Desa Ngringo pada pukul 15.30 WIB. Selanjutnya perkenalan dengan Ketua RT dan RW Desa Ngringo pada pukul 16.25 WIB. Acara selanjutnya yaitu pembagian sembako yang diserahkan secara langsung ke rumah warga Desa Ngringo pada pukul 17.00 WIB. Kemudian diakhiri dengan penutupan pada pukul 17.50 WIB. Pada tanggal 26 September 2020  dilakukan penyaluran handsantizer sebanyak 7 buah oleh perwakilan panitia HIMAMIA  Mengabdi ke ibu RT 05 Desa Ngringo pukul  08.00 WIB. Ada sedikit kendala dalam penyaluran handsanitizer ini, yakni keterbatasan panitia yang ada di Solo sehingga perwakilan panitia yang menyalurkan hanya seorang diri.

[PRESS RELEASE] Dies Natalis HIMAMIA ke-XXIII

Sabtu-Minggu / 26-27 September 2020

Dokumentasi Dies Natalis HIMAMIA saat hari pertama

Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami diberi kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan acara Dies Natalis HIMAMIA ke XXII. Tema pada tahun ini adalah Long Distance Chemistry. Pemilihan tema tersebut diharapkan mahasiswa kimia masih dapat melakukan sesuatu yang menyenangkan secara online meskipun dalam suasana pandemi. Sehingga hubungan antara mahasiswa kimia ataupun antara mahasiswa dengan dosen masih tetap terjaga erat. Acara puncak Dies Natalis HIMAMIA ke XXIII dilaksanakan pada tanggal 26-27 September 2020 yang bertempat di Zoom Meetings yang ditujukan untuk semua mahasiswa aktif kimia dan mengundang perwakilan himpunan dan UKM di fakultas MIPA serta perwakilan IKAHIMKI wilayah III. Pada acara ini diadakan perlombaan ,yaitu Putra-Putri Kimia, twibbon, iklan layanan masyarakat, dan video kreasi tiktok, serta adanya penyampaian materi oleh Bapak Dr. Edi Pramono, S.Si., M.Si dan Bapak Dr. I F Nurcahyo, S.Si., M.Si.  

Hari pertama diawali dengan pengondisisan panitia, peserta, dan tamu undangan dengan sekretaris menyiapkan tautan presensi kehadiran dan liaison officer (LO) angkatan membagikan tautan tersebut ke tiap angkatan yang diundang. Acara dimulai pukul 09.00 yang dibawakan oleh MC Abiyoga Nugroho dan Saskia Fiestika Berliana dari mahasiswa prodi Kimia angkatan 2020. Dilanjutkan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh Fajar Faqih Fatihin mahasiswa prodi Kimia angkatan 2019. Lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Himamia yang dipimpin oleh dirigen, yaitu Aprilia Garin Aryanda mahasiswa prodi Kimia angkatan 2020. Kemudian pukul 09.20 dilanjutkan sambutan-sambutan, yaitu sambutan dari ketua panitia (Muhammad Iqbal Nur Hasan, mahasiswa prodi Kimia angkatan 2019), sambutan ketua umum Himamia 2020 (Abdul Hafizh Arif Arafi, mahasiswa prodi Kimia angkatan 2018), sambutan kepala prodi Kimia (Bapak Dr. Abu Masykur, S.Si, M.Si), dan sambutan dekan FMIPA UNS (Bapak Drs. Harjana, M.Si., M.Sc., Ph.D).

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai cara menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi oleh Bapak Dr. Edi Pramono, S.Si, M.Si. dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dengan antusias oleh para peserta. Sesi materi I ditutup dengan dokumentasi Bersama pemateri yang dipandu sie publikasi, dekorasi, dan dokumentasi (sie PDD). Dilanjutkan dengan sesi perkenalan angkatan dari angkatan 2020-2016 dan ditambah persembahan video ucapan ulang tahun dari angkatan 2015. Sesi ini berlangsung meriah yang ditunjukkan dari antusias peserta dari ramainya kolom chat. Dilanjutkan dengan ISOMA (istirahat, sholat, dan makan) pada pukul 11.45-13.00. Acara dilanjutkan kembali pukul 13.00 dengan sesi penyampaian meteri II mengenai berwirausaha di kala pandemi oleh Bapak Dr. IF Nurcahyo, S.Si., M.Si. dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung seru. Penyampaian materi II diakhiri dengan dokumentasi bersama pemateri yang dipandu dari sie publikasi, dekorasi, dan dokumentasi (sie PDD). Hari pertama selesai  dan acara ditutup oleh MC pada pukul 14.00

Hari kedua diawali dengan pengondisian panitia, peserta, dan tamu undanga oleh seketaris untuk membagikan tautan presensi kehadiran dan liaison officer (LO) angkatan untuk membagikan tautan tersebut ke tiap angkatan yang diundang. Acara dibuka oleh MC, yaitu Abiyoga Nugrogo dan Saskia Fiestika Berliana mahasiswa prodi Kimia angkatan 2020 pada pukul 09.00. Kemudia dilanjutkan dengan lomba Putra-Putri Kimia yang diawali dengan perkenalan perwakilan Putra-Putri dari angkatan 2020-2017. Putra-Putri Kimia tahun 2017 diwakilkan oleh Nurul Hidayah dan Dendy. Putra-Putri Kimia tahun 2018 diwakilkan oleh Priscilla Inez Gerard dan Muhammad Fahmi. Putra-Putri Kimia tahun 2019 diwakilkan oleh Feronia Ni’mahwati Putri dan Anjar Sahyana. Putra-Putri Kimia tahun 2020 diwakilkan oleh Khairunnisa Ashar dan Vicki Ahava. Setelah perkenalan, acara dilanjutkan dengan pertanyaan oleh juri dari perwakilan angkatan 2020-2017, yaitu: Naufal Rizal Muslimin, Putri Angela Tumanggor, Theresia Inna, dan Anita Kusuma Dewi. Kemudian, setelah semua peserta lomba putra putri menjawab pertanyaan, acara dilanjutkan penampilan video nominasi lomba dan pengumuman pemenang keseluruhan lomba. Pemenang lomba juara 1 tiktok adalah Zulfa Laila Maghfiroh. Pemenang lomba juara 2 tiktok adalah Meylina Dwi Rahayu. Pemenang lomba juara 1 twibbon adalah A. Hafizh Arif Arafi. Pemenang lomba juara 2 twibbon adalah Nandy Isamu Hendrayana. Pemenang lomba video layanan masyarakat adalah angkatan 2018. Pemenang lomba putra-putri Kimia 2020 adalah angkatan 2017 yang diwakilkan oleh Nurul Hidayah dan Dendy. Kemudian acara hari kedua selesai dan ditutup oleh MC pada pukul 11.00 WIB.

[PRESS RELEASE] Kurium : Kurban Himamia untuk Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2020.

Penyerahan hewan kurban kepada masyarakat oleh Agung Prakoso (Kepala Divisi Kerohanian) dan Fauzi Azwin Aziz (Staf Divisi Kerohanian)

Dalam rangka iduladha, Himamia mengadakan program kerja yang bernama Kurium. Nama Kurium telah dipakai sejak Himamia periode 2019. Pada 2020, program kerja ini diadakan kembali.

Kurium merupakan singkatan dari kurban Himamia untuk masyarakat. Kurium pada 2020 direncanakan dengan kegiatan penyembelihan dan pengolahan hewan kurban oleh pengurus Himamia bersama masyarakat. Akan tetapi, hal ini dibatalkan karena upaya pencegahan pandemi. Akhirnya, kami memilih untuk mengantar hewan kurban ke lokasi tujuan saja.

Donasi dikumpulkan dari anggota maupun pengurus Himamia dikumpulkan lewat transfer bank, Dana, Ovo, maupun Gopay sejak 8 hingga 27 juli 2020. Dana yang terkumpul mencapai Rp. 3.726.000.

Kurium mendapat dana hasil Fatin periode 2019 sebesar Rp. 974.000 sehingga terkumpul untuk pembelian hewan kurban sebanyak Rp. 4.700.000. Apabila dirinci, Rp. 2.000.000 dari seorang donatur untuk pembelian seekor kambing atas nama Ukar Sukarya menurut donatur dan uang sisanya digunakan untuk pembelian kambing seharga Rp. 2.700.000 yang diatasnamakan mbah Sariyem, salah seorang warga.

Pembelian kambing dilakukan di daerah Semanggi RT 03/06 Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah 57191. Tempat ini dekat dengan pasar Klithikan.

Dua kambing terbeli dengan harga masing-masing Rp. 2.000.000 dan Rp. 2.700.000.

Pengiriman hewan dilakukan dengan mobil pikap ditemani oleh dua orang pengurus yaitu Fauzi Azwin Aziz dan Agung Prakoso. Perjalanan dilakukan hampir 2 jam dengan kecepatan sedang.

Kambing diserahkan pada selasa, 28 Juli 2020 ke warga daerah Sambirejo, Kembang, Jetis, Sragen, Jawa Tengah 57293. Kami memilih tempat tersebut dengan pertimbangan bahwa penyembelihan kurban di desa itu terbilang jarang dan tidak pasti. Bilapun diadakan, maka setiap rumah hanya mendapat jatah satu plastik ringan. Warga di sana sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan Kurium ini.

KIMIA DALAM STALAGMIT DAN STALAKTIT


Gambar 1. Gua Gong di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jatim. Sumber : L Darmawan/Mongabay Indonesia

Menurut KBBI, gua diartikan sebagai liang (lubang) besar (pada kaki gunung dan sebagainya). Gua bisa diartikan juga sebagai sebuah lubang besar dan dalam yang alami berada dalam bumi. Di Indonesia memiliki banyak gua seperti gua Gong yang berada di Pacitan, gua Maharani di Lamongan, gua Pindul di Gunungkidul, dan masih banyak lagi. Di dalam gua-gua itupun kita pasti akan menemukan batuan yang menjulang ke atas maupun yang menjulang kebawah. Batuan tersebutlah yang menambah nilai estetika gua yang dikagumkan oleh para wisatawan. Batuan tersebut dikenal sebagai stalagmit dan stalaktit. Lalu apa itu stalagmit dan stalaktit?

Stalagmit dan Stalaktit

Menurut bahasa Yunani, stalaktit berasal dari kata stalasso yang berarti menetes. Stalaktit adalah jenis mineral sekunder atau speleothem yang terlatak di bagian atas gua (langit-langi gua). Stalaktit merupakan batuan yang berada di langit-langit gua yang menjulang kebawah. Stalaktit digolongkan sebagai batu tetes yang memiliki tekstur keras. Sedangkan stalagmite adalah batuan yang berada di dasar gua (lantai gua) yang menjulang ke atas. Stalagmit ini terbentuk dari kumpulan kalsit yang berasal dari air-air yang menetes. Stalagmit dan stalaktit ini saling beriringan, karena biasanya diatas stalagmit terdapat stalaktit.

Terbentuknya Stalagmit dan Stalaktit

Gua sangat berkaitan dengan kawasan batu kapur. Gua bisa terbentuk karena air hujan yang di dalamnya terkandung gas karbon dioksida (CO2) yang kemudian diserap dari atmosfer. Kandungan utama batu kapur yaitu kalsium karbonat (CaCO3) larut dengan asam, khususnya asam yang mengandung CO2. Selanjutnya membentuk saluran-saluran dalam waktu yang lumayan lama. Reaksi kimianya adalah sebagai berikut:

CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (aq) ↔ Ca2+ (aq) +2HCO3 (aq)

Reaksi diatas merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi tersebut termasuk reaksi bolak-balik yang berarti air yang mengandung senyawa asam CO2 akan melarutkan karbonat menjadi kalsium dan bikarbonat. Reaksi balik dari kanan ke kiri akan kembali menghasilkan karbonat. Pembentukan pilar stalagmit dan stalaktit terjadi saat air yang mengandung kalsium karbonat menguap secara terus-menerus atau jumlah CaCO3 berkurang.  Menurut prinsip Le Chatelier, apabila konsentrasi suatu zat berkurang, maka reaksi akan bergeser kearah zat yang berkurang. Sehingga, reaksi akan bergeser ke kiri (pembentukan CaCO3). Hal ini dapat diamati melalui saat jatuhnya larutan Ca2+ dan HCO3 yang berada di langit-langit gua. Penguapan dalam gua terjadi dalam waktu yang sangat lama. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti tidak ada radiasi matahari untuk menarik molekul air, kecilnya pergerakan udara atau bahkan hampir tidak ada, serta hampir semua udara yang jenuh dengan uap air. Pertambahan panjang stalaktit hanya 0.2 mm pertahun.  Gambar mekanisme pembentukan stalaktit dan stalagmit adalah sebagai berikut (Satrio dkk.,2012):

Gambar 2. Mekanisme pembentukan Stalagmit dan Stalaktit

Perbedaan Stalagmit dan Stalaktit

  1. Stalaktit adalah batuan kapur yang berada dari bagian atas gua (langit-langit gua) dan menuju ke bagian dasar gua (lantai gua), sedangkan stalagmit batuan yang menjulang ke atas, yaitu dari bagian lantai gua menuju ke bagian langit-langit gua.
  2. Stalaktit terbentuk dikarenakan Ca(HCO3)2 yang sudah terurai sebelum menetes ke dasar gua, sehingga menjadi tertumpuk atau terjadi penumpukkan CaCO3 yang berada di atap gua. Sedangkan stalagmit terbentuk karena Ca(HCO3)2 yang menetes ke dasar gua dan terurai menjadi CaHCO3, H2O, dan juga CO2. Ca(HCO3)2 ini terus menetes dan mengakibatkan penumpukkan CaCO3 yang kemudian dikenal sebagai stalagmit.
  3. Di dalam gua yang tegolong gua kapur, terjadi tetesan yang berasal dari air hujan. Endapan batu kapur yang berada pada atap gua disebut stalaktit. Sedangkan endapan dibawahnya disebut stalagmit.
  4. Stalaktit benbentuk lebih runcing dan berlubang- lubang, sedangkan stalagmit bentuknya berlapis- lapis di lantai gua dan tidak berlubang.

Jadi, stalagmit dan stalaktit ini berada beriringan pada bagian lantai dan langit-langit gua. Namun, ada juga stalagmit yang tidak memiliki stalaktit di atasnya. Stalagmit dan stalaktit terbentuk secara alami serta dapat memperindah tampilan dalam gua. Stalaktit dan stalagmit yang terindah di Asia Tenggara dapat kita temui di Gua Gong, Pacitan, Jawa Timur. Bagaimana penjelasan tentang kimia dalam stalaktit dan stalagmit di atas? Menarik, bukan? Demikian deskripsi dari kami, sampai jumpa.

Referensi

Buku dan Jurnal:

Muchtaridi dan Justiana, S. 2007. KIMIA 2 SMA Kelas XI. Jakarta: Yudhistira Quadra

Satrio., Sidauruk, P., Pratikno, B.2012. Studi Iklim dan Vegetasi Menggunakan Pengukuran Isotop Alam Stalaktit Goa Seropan, Gunung Kidul-Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi A Scientific Journal for The Applications of Isotopes and Radiation,8 (1): 43-52

Website:

Redaksi Ilmu Geografi. 2020. 4 Perbedaan Stalagtit dan Stalakmit. Ilmugeografi.com, diakses pada tanggal 13 Juli 2020 pukul 13.29 melalui https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/perbedaan-stalaktit-dan-stalagmit

Dibuat oleh:

  1. Desy Nila Rahmana (Kimia 2019)
  2. Nisrina Rahma Firdausi (Kimia 2019)